Uke Maharani Dewi, SST., M.Kes – Program Studi DIII Kebidanan

GIZI buruk atau kini lebih dikenal dengan stunting, bukan hanya muncul ketika anak sudah berusia tertentu. Biasanya diketahui ketika usia balita.

Berbagai macam upaya dilakukan untuk mengatasinya dengan perawatan di rumah sakit hingga pemenuhan gizi yang dibutuhkan.

Padahal sebenarnya, stunting bisa dicegah sedini mungkin, bahkan sejak janin dalam kandungan. Kunci pentingnya yang pertama adalah dengan meningkatkan nutrisi ibu hamil dengan makanan yang berkualitas baik.

Makanan yang mengandung zat besi dan asam folat adalah kombinasi nutrisi penting selama kehamilan yang  dapat mencegah stunting pada anak setelah dilahirkan.

Makanan sumber zat besi antara lain: bayam, daging, kacang merah, hati ayam, tomat, yoghurt, sereal, kismis, roti gandum, kacang tanah, telur, tempe, beras merah, tiram.

Makanan sumber asam folat antara lain: sayur-sayuran hijau seperti bayam, asparagus, brokoli, kubis, sawi hijau, lobak hijau, dan selada.

Juga buah-buahan seperti alpukat, buah bit, jus jeruk, jus tomat, pepaya, pisang, cantaloupe atau melon jingga, kedelai dan kacang-kacangan, seperti kacang kedelai, kacang merah, kacang hijau, kacang polong, kacang tanah, brussel sprout.

Biji-bijian seperti gandum dan produk olahan gandum (pasta), jagung atau tepung jagung, dan sereal, Ikan salmon, hati sapi, susu dan produk olahannya, daging unggas.

Selain nutrisi alami, ibu hamil perlu suplemen khusus yang mengandung berbagai nutrisi penting selama kehamilan.

Umumnya, suplemen yang direkomendasikan adalah yang mengandung asam folat, yodium, zat besi, kalsium, dan DHA untuk mendukung perkembangan bayi selama 1.000 hari pertama kehidupannya.

Kedua adalah menjaga kesehatan diri. Stunting bisa dicegah dengan perilaku hidup bersih dan sehat serta akses memadai terhadap air bersih dan kebersihan lingkungan.

Akses sanitasi yang baik serta pola hidup yang bersih dapat menurunkan risiko penyakit dan infeksi.

Infeksi akibat masalah kebersihan sangat berkaitan dengan masalah kekurangan gizi. Memenuhi standar 3b yaitu tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak beracun.

Ciri air bersih harus memenuhi standar 3b yaitu tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak beracun.

Melestarikan lingkungan dan menjaga kebersihan lingkungan adalah contoh upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas air agar tetap bersih dan aman untuk diminum. *

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry