MAKAM: Ribuan jemaah berebut untuk berziarah ke makam Rasulullah di Masjid Nabawi Madinah. (ist)

 Selalu saja ada kejadian unik dalam sejarah. Tidak hanya terkait peristiwa tetapi juga menyangkut tokoh. Nah, nama tokoh ini barangkali mencetak sejarah, terutama dalam sejarah Islam, sebagai satu-satunya sosok dengan nama nasab yang sama hingga 14 leluhur ke atas nasabnya yaitu Muhammad.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Ad-durar al-Kaminah fi Aýan al-Miah ats-Tsaminah menjelaskan, pria tersebut adalah Aiman Abu al-Barakat bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad.

Aiman, konon menurut sejumlah riwayat berasal dari Tunisa dan bermazhab Maliki ini hidup pada abad ke-7 Hijriyah. Ia datang ke Kairo dan menetap di sana. Lalu, berdomisili di Madinah.

Sebelum berhijrah ke Madinah, ia dikenal sebagai tukang fitnah dan berperilaku buruk. Namun, setelah pindah ke Tanah Suci tersebut, ia bertobat dan menjadi pria baik-baik.

Ia selalu memuji-muji Rasulullah saw melalui bait-bait syairnya. Gemar membaca Alquran dan tak pernah melewatkan shalat berjamaah di barisan terdepan.

Suatu saat, ia pernah berniat meninggalkan Madinah. Namun, ia mengurungkan niat tersebut setelah bermimpi bertemu Rasulullah saw. Dalam mimpinya itu, Rasul menegurnya demikian,” Wahai Abu al-Barakat bagaimana engkau tega meninggalkan kami?”

Aiman pun akhirnya memutuskan membatalkan niatannya itu. Ia tetap tinggal di Madinah hingga wafat di sana pada 734 Hijriyah. Ia mentahbiskan dirinya dengan gelar Sang Perindu Rasul (asyiq an-nabi).

Sementara itu, Kaab bin Malik merupakan sosok penyair yang berasal dari Bani Sawad. Dalam kitab Shuwar min Siyar ash-Shahabiyyat (2015) karya Abdul Hamid as-Suhaibani disebutkan kisah masuk Islamnya Kaab.

Dia termasuk yang paling awal memeluk risalah Rasulullah saw ini. Pada saat itu, baru sekitar 40 orang Muslim di Yastrib. Nabi Muhammad saw pun belum berhijrah ke kota tersebut dari Makkah.

Bersama kalangan Muslim perintis ini, Ka’ab bin Malik mendirikan shalat Jumat pertama di Yastrib, tepatnya di Hazam an-Nabit dari bukit Bani Bayadhah.

Saat peristiwa Baiat Aqabah Kedua, Kaab bin Malik berangkat ke Makkah bersama dengan 74 penduduk Madinah. Sesampainya di sana, mereka pun bertemu dengan Nabi saw dan mengucapkan janji setia kepada Rasul.

 (wkp/rul/mha)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan