Kata Purwanto, Mantan Komite Wasit PSSI Terkait Pengadil Lapangan Hijau

1842
CLEAN : Purwanto, mantan Anggota Komisi Wasit PSSI (Nanang Priyo/duta.co)

KEDIRI|duta.co, Seiring dengan mundurnya Purwanto dari jabatannya sebagai Anggota Komite Wasit PSSI, disusul beragam insiden mempertanyakan korps baju hitam di lapangan hijau. Indikasi masih adanya mafia skor, kini bukan lagi tanggung jawabnya. “Bila dulu ada laporan atau dugaan, langsung kita panggil. Bila terbukti langsung dijatuhkan sanksi kepada wasit,” ujarnya,

Ditemui di Stadion Brawijaya, Senin (05/08) sore, lelaki akrab disapa Ipung terlihat mempersiapkan diri untuk melakukan perawatan lapangan. “Jadwal hari ini, menyirami lintasan kemudian lapangan. Kemarin rumputnya sudah kami potong,” terangnya, merupakan pegawai negeri di Dinas Lingkungan Kebersihan Pertamanan (DLHKP) Pemerintah Kota Kediri.

Seiring digulirnya kompetisi digelar PSSI, baik di Liga I, Liga II hingga Liga III, bukan berarti dirinya berdiam diri selain tugas sehari-hari merawat stadion. Ipung mengaku masih mendapatkan pengaduan dari sejumlah manajemen tim sepak bola, mengaku tidak puas atas kepemimpinan wasit.

“Bila ada pengaduan, saya tidak akan berkomentar sebelum melihat rekaman pertandingan. Seharusnya wasit bersikap adil dan bijaksana, dengan tidak merugikan salah satu tim yang bertanding. Bila salah mengambil keputusan, meski wasit secara aturan dikeluarkan PSSI bersifat mutlak saat di lapangan. Semoga mampu amanah dan tidak ada kepentingan tertentu,” jelasnya.

Disinggung terkait pertandingan terakhir, Persik Kediri dijamu Madura FC, Ipung melihat bahwa kartu merah kedua, seharusnya tidak dikeluarkan. “Cukup kedua pemain dari kedua tim, masing-masing diberi kartu merah. Dari rekaman pertandingan terlihat jelas, yang memicu terjadinya insiden di Stadion Ahmad Yani Sumenep,” ungkapnya. (nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.