SURABAYA | duta.co – Cawapres nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin menyatakan bahwa pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin pantas dan dan harus menang di Jatim. Pasalnya, Jatim merupakan maskas warga nahdliyin dan kaum nasionalis juga banyak disini.

“Di sini wilayahnya PDIP dan PKB, jadi harus menang besar di Jatim. Di sini juga markasnya ormas Islam terbesar NU. Kalau ada warga NU yang tidak pilih 01, itu keterlaluan,” tegas KH Ma’ruf Amin di sela Rakerda Bravo-5 Jatim di Hotel Novotel Samator Surabaya, Kamis (24/1/2019).

Lebih jauh Musytasar PBNU ini menjelaskan bahwa modal paling besar untuk dikampanyekan ke masyarakat adalah menjual kinerja dan keberhasilan Presiden RI Jokowi.

“Ada infrastruktur, KIS, KIP, PKH dan program-program lainnya. Kecuali orang yang tidur, kalau ada yang bilang tidak ada prestasi, ente tidur, harus bangun melek. Itu harus disampaikan ke masyarakat,” kelakar Kiai Ma’ruf.

Ia juga mengajak relawan Bravo-5 Jatim untuk menangkal informasi-informasi hoaks. “Hoaks ini tsunami teknologi. Kalau tsunami air di situ-situ saja lokasinya. Kalau hoaks itu tsunami yang melanda seluruh Indonesia. Melanda orang tua dan orang muda, bahkan kiai pun kena hoaks juga,” beber mantan Ketum MUI ini.

Khusus kepada relawan Bravo-5 Jatim, Kiai Ma’ruf berharap bisa  melakukan serangan darat door to door. “Bagaimana kita merebut massa. Jangan sampai ada sejengkal tanah pun yang bebas dari relawan Jokowi-KH Ma’ruf Amin,” pungkasnya.

Dulu Tak Dukung Gus Solah

Pernyataan Kiai Ma’ruf langsung mendapat tanggapan nahdliyin. Misalnya, pada pemilu presiden 2004 Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan, lima pasangan calon: Hamzah Haz-Agum Gumelar, Amien Rais-Siswono Yudohusodo, Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi, Wiranto-Salahuddin Wahid dan Soesilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla.

“Kiai Ma’ruf saat itu tidak mendukung Gus Solah, juga tidak mendukung Kiai Hasyim. Apa ini juga terlalu?” jelas warga NU yang enggan disebut namanya ini.

Bahkan alumni PP Tebuireng ini mengaku masih ingat, saat itu (Pilpres 2004) Kiai Ma’ruf membuat buku yang dicetak ratusan ribu atau bahkan jutaan eksemplar, isinya alasan mengapa beliau mendukung SBY. Ini sudah bukan rahasia lagi.

“Yang begini ini tidak dilupakan oleh umat. Karenanya, kalau sekarang mewajibkan warga NU dukung dirinya, orang menjadi tertawa. Yang benar, warga NU itu bebas memilih, bebas menentukan siapa sosok yang layak memimpin negeri ini. Jangan sampai kita menghalalkan segala cara. Saya justru kasihan sama Kiai Ma’ruf, sudah jadi ‘bemper’ blunder lagi, ” tegasnya. (ud)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.