PONOROGO | duta.co Akhir tahun 2018 yang diharapkan memberi kado manis bagi para guru non PNS di lingkup Kemenag, ternyata hanya isapan jempol. Para guru madrasah yang mengharap cairnya tunjangan profesi guru (TPG) impassing di akhir tahun, ternyata tidak terealisasi.

Sebab hingga pergantian tahun, tunjangan itu tak pernah hadir. “Padahal jika TPG bisa cair, setiap guru minimal bisa menerima transferan uang minimal lebih dari Rp 6.5 juta rupiah. Tidak tahu kenapa tidak cair TPG guru impasing  itu,” tutur Imam, salah satu guru madrasah di Kecamatan Babadan kepada duta.co Rabu (2/1/2019).

Kasi Penma Kemenag Ponorogo Siwo Widodo, membenarkan belum carinya TPG impasing itu. Bahkan ada sisa tiga bulan TPG  yang hingga hari ini tidak cair. Tidak cairnya dana bagi para guru itu menurut Siwo, disebabkan dana di APBN sudah habis, sehingga TPG tidak bisa diberikan.

“Karena memang dana untuk TPG di APBN  sudah habis.  Soal TPG memang  menjadi kewenangan Kemenag Pusat. Jika dana di APBN sudah habis,maka otomatis untun anggaran tahun 2018 tidak bisa diberikan,” ujarnya.

Diakui, tidak cairnya TPG  guru non PNS Kemenag itu tidak saja terjadi di Ponorogo, tapi juga dialami para guru di kabupaten lain. Namun pihaknya tetap berharap hak bagi para guru itu masih bisa diberikan. Dan persoalan ini juga tidak lepas dari data para guru di bawah Kemenag yang selau berubah-ubah saking dinamisnya, sehingga data di Kemenag pusat pun juga harus menyesuaikan .

“Diharapkan tentu para guru bisa bersabar,siapa tahu tahun 2019 tpg akan cair. Kemenag Ponorogo sebagai pelayan di tingkat bawah hanya bisa menunggu kabar saja. Barangkali karena jumlah guru non pns Kemenag yang jumlahnya dinamis,selalu berubah-ubah, maka data di Kemenag pusat pun harus disesuaikan lag.  Pokoknya para guru harus semangat mengajar, dan  tidak boleh menurun,” pungkasnya. (sna)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.