JAKARTA | duta co – Elektabilitas capres petahana Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai stagnan membuatnya kalang kabut. Jokowi dinilai  kalah dengan penantangnya capres Prabowo Subianto yang semakin hari semakin naik elektabilitasnya. Bahkan Prabowo menang di wilayah yang sebelumnya mendukung Jokowi. Masyarakat yang kecewa terhadap kebijakan Jokowi akhirnya meninggalkannya. Janji-janji Jokowi soal tidak impor bahan pangan tidak pernah terwujud. Begitu juga janji lainnya.
Yang lucu, menjelang coblosan Pilpres, Jokowi ingin menerbitkan kartu pra kerja untuk masyarakat yang belum memiliki pekerjaan. Hal ini tentu saja menimbulkan pertanyaan publik sebab semestinya Pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakatnya guna mencegah pengangguran. Rencana penerbitan kartu itu juga menunjukkan angka pengangguran masih tinggi.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai, niat Jokowi itu sangat tidak masuk akal. Mengingat banyak janji Jokowi yang belum direaliasikan.
“Saya kira itu jurus-jurus mabuk lah. Yang dulu saja tidak terealisasi. Ya solusinya bikin dong pekerjaan yang permanen,” katanya di Restoran Aljazeera, Cipinang, Jakarta, Minggu (3/3).
Menurut Fadli, di era pemerintahan Jokowi semakin membuat negara dalam kondisi kebangkrutan. Sehingga tidak mungkin lagi melakukan janji-janji muluk untuk menciptakan kesejahteraan rakyat.
“Kalau kita biarkan rezim yang sekarang ini terus berlanjut saya kira kita akan menuju kebangkrutan karena banyak yang sudah bangkrut sekarang ini,” jelasnya.
Dia menambahkan, perusahaan-perusahaan swasta dan BUMN banyak mengalami kebangkrutan di era Jokowi. Belum lagi utang luar negeri yang terus meningkat.
“Ya jadi kita hanya bisa menumpang di negeri sendiri kalau seperti itu,” pungkas Fadli yang juga wakil ketua DPR RI.
Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga juga menilai tidak ada yang baru dari wacana 3 kartu ‘sakti’ yang disampaikan Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo. Ketiga kartu tersebut adalah sembako murah, kartu Indonesia pintar untuk perguruan tinggi dan kartu pra kerja untuk pelatihan vokasi.
Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi Nizar Zahro menyebut 3 kartu itu hanya ganti nama dari program-program pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
“Jadi 3 kartu baru Jokowi itu hanya ganti nama dari bidik misi, raskin dan PKH, tidak ada yang baru. Hanya ganti nama dan 3 program itu di mulai sejak zaman Pak SBY,” kata Nizar.
Ini juga menunjukkan Jokowi semakin kebingungan mencari simpati masyarakat. Namun masalahnya masyarakat sudah pintar sehingga tahu bagaimana harus memilih pemimpinnya. Jokowi sudah telanjur dicap sebagai tukang klaim alias suka ngaku-ngaku kebijakan yang berhasil dari presiden sebelumnya.
“Setelah infrastruktur seperti jalan tol diakui sebagai sukses programnya, kini bidik misi diubah namanya. Soal infrastruktur itu Jokowi hanya meneruskan saja dari presiden sebelumnya dan itu mudah. Yang sulit justru menyiapkan program hingga menyediakan atau pembebasan lahannya. Setelah ini dibongkar fakta sesungguhnya, dia main di kartu-kartu itu,” kata Sulaiman, warga Depok, Senin 4 Maret 2019. (Rmol/wis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.