
SURABAYA | duta.co – Wakil Rais Aam PBNU, KH Anwar Iskandar dan KH Ahmad Tajul Mafakhir (Katib) atas nama jajaran syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjawab undangan dari Pesantren Tebuireng bernomor 2312/I/HM 00 01/PENG/XII/2025 tertanggal 3 Desember 2025 perihal Silaturrahim Mustasyar dengan Rais Aam PBNU, Ahad, 6 Desember 2025 pukul 10.00-12.00 WIB, di Ndalem Kasepuhan Pesantren Tebuireng.
Disampaikan, bahwa, surat itu sudah diterima Rabu, 3 Desember 2025. “Atas nama Pengurus Besar Syuriyah, perkenankan kami menghaturkan capan terima kasih yang tulus atas perhatian dan ikhtiar panjenengan untuk turut memikirkan kemaslahatan Jamiyah Nahdlatul Ulama di tengah dinamika yang sedang berlangsung saat ini,” tegasnya.
Tetapi, Gus War, demikian ia akrab dipanggil, menjawab dengan tegas, bahwa, jajaran syuriyah tidak mungkin bisa datang. Mengingat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama telah mengagendakan Rapat Pleno pada tanggal 9-10 Desember 2025.
Dan undangan atau Pemberitahuan Pelaksanaan Rapat Pleno PBNU kepada seluruh Pengurus Besar Pleno (Mustasyar, Pengurus Harian Syuriyah, A’wan, Pengurus Harian Tanfidziyah, Ketua Lembaga PBNU dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Badan Otonom telah tersampaikan pada tanggal 2 Desember 2025 (sehari sebelum undangan dari Pesantren Tebuireng kami terima).
“Maka dengan segala hormat kami mohon perkenan panjenengan untuk dapat melakukan penjadwalan ulang agenda Silaturrahim sebagaimana dimaksud dengan alokasi waktu setelah tanggal 10 Desember 2025 atau menyesuaikan dengan kelonggaran waktu dan perkenan panjenengan,” tegasnya dalam surat bernomor 4802/PB.02/B.I.01.71/99/12/2025 tertanggal 4 Desember 2025 yang, ditujukan kepada dr KH Umar Wahid. (mky)





































