SALAH satu korban menceritakan kronologi singkat sebelum sepeda motornya hilang (duta.co/fathul)

PROBOLINGGO | duta.co – Akhir-akhir ini sedang marak kasus pencurian sepeda motor terjadi di Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.

Diberitakan sebelumnya, aksi pencurian sepeda motor yang terekam kamera CCTV, Rabu (24/3/2021) di Klinik JPKM Hafshawati Genggong di Jl Raya Condong KM.3 Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Diketahui sepeda motor merk Scoopy yang hilang tersebut milik salah seorang haddam pengasuh pondok pesantren.

Kejadian selanjutnya terjadi pada hari Kamis (25/3/2021) sekitar jam 05.00 WIB, sepeda motor Beat berwarna putih milik Rosyidi Bahar, warga Desa Kalianan, Kecamatan Krucil itu hilang di kosannya, tepatnya di Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan.

Rosyidi menyebut, dirinya mengerjakan tugas kuliahnya sekitar jam 23.00 WIB – 04.00 WIB.

“Lalu saya pulang dan masuk ke kosan untuk ganti baju sekitar jam 05.00 WIB, tidak sampai lima menit sepeda motornya sudah hilang. Sepada motor itu digunakan untuk kuliah. Kehilangan tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Pajarakan,” jelas Heri.

Kapolsek Pajarakan, Iptu Sugeng Harianto membenarkan bahwa pihaknya kembali menerima laporan terkait adanya kasus kehilangan sepeda motor.

“Untuk kehilangan milik Rosyidi ini masih belum bisa kami proses karena sepeda motor tersebut merupakan kreditan. Tentunya kami juga memerlukan keterangan dari pihak terkait seperti bank dan lainnya baru bisa kami proses,” jelasnya.

Sementara untuk kasus kehilangan milik haddam pengasuh Ponpes, Kapolsek menyebut pihaknya sudah menemukan titik terang.

“Kami menemukan orang yang mirip dengan pelaku berdasarkan bukti yang ada di rekaman CCTV, namun kami masih belum siap untuk melakukan penangkapan karena bukti masih belum kuat,” terangnya.

Terkait maraknya pencurian sepeda motor di Kecamatan Pajarakan akhir-akhir ini, Kapolsek mengatakan, kemungkinan salah satu faktornya adalah pandemi. Dirinya mengaku, selama 3 tahun menjabat masih kasus seperti ini sangat jarang terjadi.

“Banyak masyarakat yang juga menjadi korban  PHK, akhirnya mereka sampai berpikiran untuk mencuri karena himpitan ekonomi ini. Tapi kami sebagai polisi akan tetap menindaklanjuti  hal ini karena memang sudah kewajiban kami,”  tandasnya.

Kapolsek pun sudah memberikan himbauan kepada masyarakat di setiap pertemuan, dirinya juga mewajibkan pasukannya untuk berpatroli setiap harinya.

“Saya wajibkan pasukan saya untuk rutin berpatroli, tak hanya itu dalan patroli tersebut mereka juga harus memberikan laporan. Untuk masyarakat jangan sekali-sekali memberikan kesempatan kepada kriminal untuk melancarkan aksinya, karena mereka beraksi bila ada kesempatan,” katanya. hul

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry