Kapolrestabes Surabaya memberikan pembinaan kepada ratusan siswa MAN Surabaya untuk mencegah tawuran, narkoba dan kenakalan remaja.

SURABAYA | Duta.co – Upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman dan melindungi generasi muda dari pengaruh negatif terus diperkuat jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, kepolisian hadir langsung di lingkungan sekolah untuk memberikan pembinaan, menanamkan kedisiplinan, serta meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pelajar.

Langkah tersebut sejalan dengan program Polisi Jogo Sekolah yang diluncurkan Polda Jawa Timur pada 21 Oktober 2026. Program ini mengedepankan pendekatan preventif, persuasif, dan humanis untuk mencegah perundungan (bullying), tawuran, penyalahgunaan narkoba, serta berbagai perilaku negatif yang dapat mengancam masa depan pelajar.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Dr. Luthfie Sulistiawan didampingi Kepala MAN Kota Surabaya Drs. Fathorrahkman saat menghadiri kegiatan sosialisasi dan pembinaan pelajar melalui program Polisi Peduli Pendidikan di Aula MAN Kota Surabaya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan pembinaan yang digelar di Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Surabaya. Kegiatan dihadiri ratusan siswa-siswi serta jajaran tenaga pendidik, dengan menghadirkan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Dr. Luthfie Sulistiawan, S.I.K., M.H., M.Si., dan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya Dr. H. Muhammad Muslim, S.Ag., M.Sy.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan mengatakan, pembinaan terhadap pelajar merupakan kegiatan berkelanjutan yang dilaksanakan secara rutin setiap Senin, disertai kegiatan tambahan pada hari-hari lainnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memberdayakan para siswa agar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, menaati aturan, serta mampu meraih cita-cita yang diharapkan.
“Kita ingin bagaimana memberdayakan anak-anak ini supaya menjadi anak-anak yang sesuai dengan harapan, tidak melanggar aturan, dan bisa menggapai cita-cita yang mereka inginkan. Kita hadir untuk mengantarkan mereka supaya bisa meraih hal tersebut,” ujarnya Senin,(2/11/2026).

Ia menegaskan, pembinaan kepada pelajar tidak hanya dilakukan di tingkat Polrestabes, tetapi juga melibatkan seluruh jajaran kepolisian hingga tingkat Polsek.

Luthfie menjelaskan, pendekatan pembinaan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing sekolah. Sebab, setiap lingkungan pendidikan memiliki persoalan dan potensi kerawanan yang berbeda.

“Setiap sekolah memiliki karakter dan kerawanan yang berbeda. Karena itu, kami menyesuaikan materi pembinaan dengan persoalan yang ada di masing-masing sekolah, sehingga apa yang disampaikan bisa tepat sasaran,” jelasnya.

Selain pembinaan karakter dan kedisiplinan, Kapolrestabes juga menyoroti ancaman penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Ia menyebut, kepolisian terus melakukan langkah-langkah penegakan hukum, terutama terhadap bandar narkoba, untuk memutus mata rantai peredaran barang terlarang tersebut.

“Kita sudah melakukan langkah-langkah untuk mengungkap, terutama penangkapan para bandar narkoba. Ini menjadi prioritas agar saluran peredarannya bisa terputus,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Surabaya Dr. H. Muhammad Muslim, S.Ag., M.Sy., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolrestabes Surabaya yang telah memberikan pembinaan secara langsung kepada keluarga besar MAN Kota Surabaya.

Menurut Muslim, kehadiran kepolisian di lingkungan madrasah memberikan manfaat penting, khususnya dalam membangun kesadaran siswa agar tidak terlibat tawuran maupun penyalahgunaan narkoba, baik sebagai pemakai maupun pengedar.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bapak Kapolrestabes Surabaya yang telah berkenan memberikan pembinaan kepada anak-anak kami. Ini tentu sangat bermanfaat bagi keluarga besar MAN Kota Surabaya,” ungkapnya.

Ia berharap para siswa mampu menjaga perilaku, menjauhi tindakan yang melanggar hukum, serta mempertahankan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Muslim juga menyampaikan bahwa pihaknya akan melanjutkan sinergi dengan kepolisian melalui kegiatan pembinaan di madrasah lainnya.

Bahkan, pihaknya telah meminta Kapolrestabes Surabaya untuk meluangkan waktu hadir memberikan pembinaan kepada siswa MTsN 2 dan MTsN 4 Surabaya yang berada di kawasan Benowo pada pekan berikutnya.

“Kalau sebelumnya inisiatif datang dari Polri, kali ini kami juga akan meminta Kapolrestabes hadir di MTsN 2 dan MTsN 4 agar anak-anak di sana mendapatkan pembinaan yang sama,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan diharapkan semakin kuat. Kehadiran polisi di sekolah bukan semata-mata berkaitan dengan penegakan hukum, melainkan juga menjadi bagian dari upaya pencegahan dan pendampingan generasi muda.

Kolaborasi antara Polri, guru, orang tua, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, bebas narkoba, serta terhindar dari kekerasan dan tawuran pelajar. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan masa depan generasi bangsa.(gal)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry