BOJONEGORO | duta.co – Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana, akhirnya meminta maaf secara terbuka atas tindakan yang dilakukan oleh anggotanya di bulan Desember 2021 lalu. Tindakan itu yakni salah tangkap terhadap warga Bojonegoro yang saat itu sedang dalam rombongan pengiring jenazah, dan sempat viral di media sosial karena terekam kamera warganet.

AKBP Miko Indrayana, dalam konferensi pers yang digelar di Mapolsek Babat, Kamis (13/1), tidak memungkiri bahwa peristiwa itu memang benar adanya. Dia mengatakan insiden itu akibat dari salah paham dilapangan antara Polisi dengan korban.

“Iya benar, itu salah paham antara petugas dengan korban di lapangan,” ucap Kapolres Lamkngan, Kamis (13/1/2022).

Dia menjelaskan, kesalahpahaman itu terjadi pada tanggal 28 Desember 2021 lalu. Tepatnya di pertigaan lampu merah Babat, di samping rumah makan Mira. Penurunan paksa, suara tembakan dan perlakuan kasar yang diterima korban juga tampak jelas pada video yang direkam oleh warganet yang sempat viral.

“Itu rangkaian kegiatan kepolisian dalam rangka pengamanan malam tahun baru. Beliau bukan bandar narkoba ataupun teroris, itu cuma isu dari medsos,” ungkapnya.

Sebelum konferensi pers ini dilakukan, tak lama setelah insiden itu terjadi, Kapolres Lamongan beserta sejumlah Pejabat Utama (PJU) berkunjung kerumah korban guna menyampaikan permohonan maaf apabila tindakan yang dilakukan oleh anak buahnya berlebihan.

“Kami berkunjung ke rumah korban untuk menyampaikan permohonan maaf, kami mengakui kalau ada kesalahpahaman, dan keluarga besar korban telah menerima dan memaafkan kami,” lanjutnya.

Ditanya soal rillis yang baru dilakukan hari ini, AKBP Miko Indrayana menjelaskan, bahwa dalam rentang waktu tersebut pihaknya masih melakukan proses pemeriksaan terhadap anggotanya yang saat itu bertugas di lapangan.

“Kami harus melakukan pemeriksaan dahulu, sekarang sudah ditangani oleh Propam Polda Jatim,” bebernya.

Sementara itu, menantu Andrianto (korban) yang bernama Satriya Galih Wismawan mengatakan, kedatangan keluarganya ke Polsek Babat guna memenuhi undangan pihak Polisi untuk saling memaafkan di muka umum untuk saling memaafkan.

“Kami sudah sepakat untuk saling memaafkan, dan sudah menyelesaikan secara kekeluargaan,” ucap Satriya Galih Wismawan, saat ditemui duta.co di Mapolsek Babat.

Pihaknya berharap ini jadi spirit bagi kepolisian untuk lebih baik ke depannya, serta tidak terjadi lagi hal serupa dikemudian hari kepada siapapun dan dimanapun.

“Semiga tidak ada lagi yang mengalami hal serupa, siapapun dan dimanapun,” pungkasnya. (abr)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry