NETRAL : Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Haryadi usai apel akbar pengawas pemilu (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co -Era jaman digital, menjadikan jajaran Polri bukan hanya melakukan patroli terlihat, namun kini juga melakukan patroli di dunia maya. Hal ini disampaikan Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Haryadi, saat memberikan sambutan dihadapan ratusan Pengawas Pemilu bertempat di GOR Jayabaya, Rabu (10/04/2019).

Mengacu pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak digelar tahun lalu, dimana tersiar kabar ada yang mau bunuh kiai atau hendak membunuh santri. Kapolres Kediri Kota menyampaikan dihadapan pengawas Pemilu, bahwa tugas polisi kini bertambah seiring maraknya penggunaan media sosial.

“Zaman smartphone, semua pasti punya medsos, ada WA dan sebagainya. kemudian situasi berkembang sekarang jaman hoax. Kami melakukan patroli tidak hanya di dunia nyata, tapi juga di dunia maya. Seperti Pilkada tahun lalu, ada kabar yang mau bunuh kyai dan mau bunuh santri. Memang benar kejadiannya tapi tidak seperti yang diberitakan,” jelas AKBP Anthon Haryadi.

Diterangkan bahwa pelaku sebenarnya jatuh sendiri namun mengakunya dipukul, namun setelah diselidiki ternyata pelakunya mengalami gangguan jiwa. Atas kejadian ini, Kapolres Kediri Kota berharap bahwa para pengawas bekerja dan selalu berkoordinasi dengan Babinkamtibmas yang di tempatkan di setiap kelurahan.

“Seiring informasi cepat tersebar, pentingnya melakukan koordinasi, dimana di setiap kelurahan terdapat Babinkamtibmas. Bila ada masalah dugaan atau penyimpangan terkait pemilu, untuk segera dikomunikasikan. Menginggat masalah hoax ini sangat sensitif dan tidak bisa diselesaikan sendiri. Makanya didirikan Gakkumdu, saya sendiri menilai selama ini berjalan baik dalam menyelesaikan permasalahan pemilu. Seperti APK yang ambruk menimpa kebetulan pengguna jalan,” terangnya.

Kapolres Kediri Kota menginggatkan antisipasi kecurangan politik berupa money politic, dimungkinkan bisa saja terjadi. Selain itu, orang nomor satu di Polres Kediri Kota menegaskan bahwa seluruh anggota Polri diwajbkan netral sesuai surat telegram Kapolri dan semua ada sanksinya jika dilanggar. (nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.