MALANG | duta.co – Sebagai ujung tombak TNI AD, jajaran Penerangan harus bangkit dan kreatif dengan meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) serta mengoptimalkan sarana dan prasarana Penerangan yang ada.

Hal itu disampaikan Kapenrem 083/Bdj Mayor Inf Prasetya H.K saat mengikuti Rapat jajaran Penerangan AD bertempat di H. Novotel Jl Cikini Raya Jakarta Pusat melalui selulernya, Selasa (1/12).

Dikatakan Kadispenad, dalam menjalankan tugas pokoknya, para pejabat Penerangan harus mau berubah ke arah yang lebih baik.

“Indikator kinerja para pejabat Penerangan TNI AD dapat dimonitor oleh Dispenad dan dilaporkan kepada Kasad termasuk para pimpinan Kotama/Balakpus masing-masing”, ujar Nefra.

“Ini juga merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam menjalankan amanah Undang-undang keterbukaan informasi publik. Tentunya dengan batasan-batasan yang ada sesuai dengan tugas di bidang pertahanan,” imbuhnya.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk memberikan informasi kepada publik, adalah dengan mengadakan lomba pembuatan video tentang penanganan Covid-19 yang dilakukan jajarannya. Hal ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan agar publik mengetahui sejauh mana kinerja satuan jajaran TNI AD.

“Lomba ini membutuhkan kreativitas, serta inovasi yang tidak hanya unik, tetapi juga humanis, inspiratif, dan edukatif. Lomba video pendek ini diikuti oleh jajaran Penerangan Kotama/Balakpus dengan durasi pendek. Untuk hasil perlombaan pemberian penghargaan lomba Foto, lomba video pendek dan lomba essay,” jelasnya.

Tentang medsos, “Medsos harus dikelola dengan baik dan bijak, jangan sampai pelanggaran yang dilakukan beberapa personel maupun istri prajurit terulang kembali”, tegasnya.

Kadispenad juga memberikan motivasi agar unsur jajaran Penerangan tidak hanya bangkit dan kreatif, tetapi juga harus memiliki kemauan untuk terus menerus belajar meningkatkan kualitas dan kapabilitas individu.

“Termasuk membangun sinergi dan bekerja sama dengan mitra media maupun jurnalis. Ini penting, karena rekan-rekan media, tidak saja mitra untuk mempublikasikan, tetapi juga sahabat sejati dalam membangun atmosfer informasi di tanah air yang aktual dan faktual, serta mampu mendukung program pembangunan Indonesia,” pungkasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan dari Ibu Rasmanda tentang literasi Digital. Literasi digital merupakan kecakapan menggunakan media digital dengan beretika dan bertanggung jawab untuk mendapat informasi serta berkomunikasi.

Kini, literasi digital berperan penting dan menjadi masalah dasar dalam kehidupan. Hal itu membuat masyarakat mampu berkomunikasi lancar dengan lebih banyak orang.

Dilanjutkan dengan Pembekalan tentang PPID oleh Wafa Patria Umma Komisioner bidang informasi dan edukasi informasi publik mengatakan bahwa sosialisasi PPID di TNI AD ini bertujuan untuk lebih mengefektifkan peran PPID di TNI AD. Melalui sosialisasi PPID ini, diharapkan para peserta dapat menindaklanjuti berbagai hal terkait PPID.

“Dengan adanya sinergitas dan sinkronisasi antara TNI AD dan Balakpus serta Satker lainnya, maka upaya pelayanan dan pengelolaan informasi publik sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik,” ujarnya

Lebih lanjut, setiap badan publik yang dananya berasal dari APBN, APBD maupun dari masyarakat, wajib memberikan informasi yang dikuasai kepada masyarakat, karena mendapatkan informasi adalah hak setiap warga negara yang dijamin oleh Undang-Undang. Mabes TNI sesuai dengan Kep/611/VII/2011 dan Kep/496/VII/2012 membentuk PPID.

Dengan membuka akses informasi kepada publik diharapkan badan publik termotivasi untuk bertanggung jawab dan berorientasi pada pelayanan rakyat yang sebaik-baiknya sehingga dapat mempercepat terciptanya pemerintahan yang baik (good governance).

“PPID merupakan akses bagi badan publik untuk melaksanakan pelayanan ataupun pengelolaan informasi publik sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008,” terangnya. (Penrem 083/Bdj).

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry