Wabup Mojokerto, Pungkasiadi (duta.co/arif rahman)

MOJOKERTO | duta.co -Rencana pemindahan Kantor Pemkab Mojokerto mulai menemui titik terang. Setelah sekian lama mencari-cari lokasi yang tepat, kini lokasi ideal sudah ditentukan.

Diprediksi, kantor Pemerintah Kabupaten Mojokerto, bakal pindah ke Kecamatan Mojoanyar. Prediksi ini dijabarkan Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, pada kegiatan rembuk desa di Balai Kantor Kecamatan Mojoanyar, Rabu (20/11).

“Pemindahan kantor terpadu Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus kami bahas. Mojoanyar diprediksi sebagai lokasi yang pas. Kita juga laksanakan study kelayakan. Semoga tidak ada hambatan, artinya tahun depan sudah bisa mulai step awal seperti pembelian lahan,” kata wabup.

Wabup menilai letak Kecamatan Mojoanyar secara geografis, sudah tepat karena berada di tengah. Menurutnya, letak tersebut mudah dijangkau kecamatan lain.

“Jika dikaji, Mojoanyar letaknya masih di tengah. Baik dari Trawas, Pacet, Kemlagi, Ngoro, dan kecamatan-kecamatan lain. Ini akan memudahkan akses,” tambah wabup.

Wabup tak lupa mengingatkan bahwa penyelanggaran pemerintah, harus dimulai dari pelayanan dasar. Semua aspek harus terus berbenah. Mulai infrasruktur, kesehatan, pendidikan, wisata, termasuk ketahanan pangan.

Berbicara tentang pelayanan, Kecamatan Mojoanyar kini punya inovasi bernama “Senyum Milenial”. Atau kepanjangan dari Santun, Empati, Nyaman, Unggul, Mantap, dan Milenial. Inovasi ini dijelaskan Camat Mojoanyar Amsar Azhari Siregar.

“Senyum Milenial berkomitmen untuk memberi pelayanan publik terbaik, dengan menyediakan booth pelayanan yang Instagramable. Masyarakat yang sudah terlayani oleh staff kami, bisa memberi testimoni dengan berfoto di booth foto yang tersedia. Foto ini untuk kemudian akan ditampilkan pada layar monitor,” jelas Amsar.

Pada rembuk desa terakhir di 2019 ini, turut diserahkan Bantuan Keuangan (BK) Desa senilai total Rp 1,7 miliar kepada 4 desa. Antara lain kepada Desa Sadartengah senilai Rp 400 juta, Desa Kwatu Rp 600 juta , Kepuhanyar Rp 300 juta, dan Desa Wunut Rp 400 juta.

Pemberian BK Desa dimaksudkan, untuk mempercepat pembangunan di pedesaan. Hal ini guna menyeimbangkan pertumbuhan dan perekonomian Kabupaten Mojokerto. Namun hal tersebut juga butuh sinergi dengan seluruh elemen masyarakat.

Hadir mendampingi wabup antara lain Sekdakab Herry Suwito, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Mustain, Forkopimca, dan OPD. Ari

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry