
Salah satunya, Claudia (28). Perempuan asli Surabaya ini divonis dokter mengudap kanker payudara stadium 4 pada pertengahan 2023 lalu. Saat itu usianya baru 26 tahun.
Shock, itulah yang dirasakan Cia, panggilan akrab perempuan yang berprofesi sebagai make up artist ini saya tahu dia mengidap penyakit paling menakutkan itu. “Saya tahu ada benjolan di payudara kiri. Saya biarkan sekitar hampir empat bulan. Terus kok tambah besar, kelihatan pas kalau lagi tidur. Eh lama-lama nyeri. Begitu dibawa ke dokter eh kanker stadium empat,” ujarnya data ditemui di acara Senam Bersama Dahlan Iskan untuk Bulan Peduli Kanker Payudara di Sutos, Minggu (27/10/2024).
CIA mengaku harus berpikir positif. Karena kalau dia down pasti akan menurunkan imun tubuh dan harus kalah melawan semua penyakitnya. “Saya berpikir, oke saya kanker. Terus apa yang harus saya lakukan dan seberapa besar saya bisa bertahan dengan penyakit ini,” tandasnya.
Berbagai pengobatan dia lakukan hingga kini. Mulai kemoterapi, radiasi, operasi hingga kini kembali kemoterapi setiap dua ninggu sekali. “Harus saya jalani dengan ikhlas,” ungkapnya.
Kanker payudara stadium empat yang diidap Cia itu akibat keterlambatan penanganan. Dikatakan dr Arga Patrianagara, SpB, Subsp.Onk (K), Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Onkologi
Adi Husada Cancer Center (AHCC), kanker payudara stadium lanjut yakni tiga dan empat memang membutuhkan treatment yang lebih dibandingkan yang masih stadium awal.
“Lebih lama juga dan tentunya harus kerja ekstra. Dengan banyak macam pengobatannya,” jelasnya.
Karena itu, deteksi dini memang tetap menjadi hal penting agar pengobatan bisa lebih ringan dan maksimal. Serta harapan hidup pasien bisa lebih tinggi. “Kalau diketahui di stadium awal, tidak perlu operasi dan pasien bisa sembuh maksimal,” tuturnya.
Karena itu dibutuhkan sebuah langkah bersama agar ada kepedulian masyarakat untuk memeriksakan payudara minimal setahun sekali. Dengan begitu akan bisa dideteksi apakah ada kanker atau risiko akan kanker.
“Biasanya ada ras takut. Hal itu wajar. Tapi yang saya tekankan tidak perlu takut karena deteksi dini bisa sembuh seratus persen,” tandasnya.
Adi Husada Cancer Center (AHCC) mengajak warga Surabaya senam bersama Dahlan Iskan.
Para penyintas kanker payudara berbaur bersama warga lainnya senam bersama mantan Menteri BUMN itu, Minggu (27/10).
“Kenapa kami mengajak Bapak Dahlan Iskan? Karena beliau kan penyintas kanker meski bukan kanker payudara. Kami ingin menukarkan spirit atau semangat pak Dahlan untuk hidup sehat kepada warga Surabaya terutama survivor kanker,” ujar Dr Silvia Haniwijaya T,M.Kes, General Manager AHCC, disela acara.
“Beliau kan juga yang mencetuskan senam Dahlan Iskan, jadi pas rasanya kalau kami mengajak beliau di acara ini,” imbuh Dr Silvi.
Dr Silvi menuturkan kegiatan senam bersama Dahlan Iskan ini merupakan rangkaian kegiatan Bulan Kanker Payudara. Nantinya sebagai puncak kegiatan, AHCC akan menggelar seminar pada tanggal 9 November.
“Nanti puncak acara di tanggal 9 November ya, kami akan menggelar seminar nasional, sebagai rangkaian acara ulang tahun yang ke 7 AHCC,” tutur Dr Silvi.
Dr Silvi menegaskan, melalui kegiatan ini AHCC ingin menggugah kembali kesadaran warga untuk lebih peduli pada kanker payudara.
“Kami ingin menyampaikan ayo lebih aware lagi, ayo jangan ragu untuk melakukan skrining payudara. Apalagi sekarang usia penderita kanker payudara tidak hanya berpatok pada usia dewasa atau bahkan tua. Usia muda sudah ada yang kena, jadi ayo lebih peduli lagi,” terangnya. ril/lis