Tampak suasana deklarasikan membangun Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya. (DUTA.CO/Henoch Kurniawan)

SURABAYA | duta.co – Satu lagi UPT jajaran Kanwil Kemenkumham Jatim yang mendeklarasikan diri membangun Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Kali ini, giliran Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya.

Deklarasi pembangunan ZI menuju WBK itu dilakukan di Aula Kanim Kelas I Khusus Surabaya di Sedati, pekan lalu. Dihadiri Kadiv Administrasi haris Sukamto dan Kadiv Keimigrasian Zakaria. Serta dari instansi internal yaitu seluruh UPT jajaran se-korwil Surabaya. Selain itu, dari pihak eksternal ada Kapolres Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho, Dandim Sidoarjo Arief Cahyo Widodo, Ketua PN Sidoarjo Yapi, Kepala KKP Surabaya M Budi Hidayat dan Perwakilan Ombudsman RI Vice Admira Firnaherera.

Dalam sambutannya, Kakanim Surabaya Barlian mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan perbaikan layanan di berbagai bidang. Mulai dari keuangan, kepegawaian, umum dan utamanya yang berkaitan pelayanan publik. Semuanya dengan semangat e-gov dan bebas dari pungli serta perilaku koruptif. “Pagi tadi kami telah melakukan penandatanganan pakta integritas yang diikuti seluruh pegawai,” terangnya.

Sedangkan Haris menyatakan bahwa tahun ini ada 11 UPT diajukan WBK dan 2 UPT lainnya WBBM. Menurutnya, ini adalah komitmen di jajaran pimpinan Kanwil Kemenkumham Jatim untuk melakukan pembinaan secara rutin. Agar pembangunan ZI di UPT bisa semakin terarah. “Terima kasih kepada Kanimsus dengan mengundang seluruh stakeholder, berarti ikrar kita telah diketahui oleh khalayak ramai. Ke depan, harus semakin banyak publikasi,” harapnya.

Sementara itu, Vice yang mewakili Ombudsman RI sangat mengapresiasi langkah Kanim Surabaya. Pihaknya berharap Kanimsus bisa lolos sampai WBBM. “Semoga layanan di Kanim semakin prima dan ayo kita sama-sama mengawal pelaksanaan layanan publik di Kanimsus Surabaya,” tambahnya. (eno)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.