Khafid, S.Kep.Ns.M.Si – Dosen Keperawatan Fakultas Keperawatan dan Kebidanan

KOPI (dalam bahasa Arab: قھوة qahwah,  yang berarti kekuatan, Turki: kahveh, Belanda: koffie)  adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji tanaman kopi. Secara umum, terdapat dua jenis biji kopi, yaitu arabika dan robusta (Jason, 2008).

Banyak isu yang berkembang mengenai efek negatif meminum kopi bagi tubuh, seperti meningkatnya risiko terkena kanker, diabetes melitus tipe 2, insomnia, penyakit jantung, dan kehilangan konsentrasi. Beberapa penelitian justru menyingkapkan hal sebaliknya.

Kandungan dalam kopi

  1. Kafein

Kafein adalah senyawa kimia alkaloid dikenal sebagai trimetilsantin dengan rumus molekul C8H10N4O2. Jumlah kandungan zat kafein yang terdapat pada kopi adalah antara 1 hingga 1,5%.

Peranan Kafein bagi tubuh

Kandungan kafein dalam kopi memiliki efek yang beragam pada setiap manusia. Beberapa orang akan mengalami efeknya secara langsung, sedangkan orang lain tidak merasakannya sama sekali.

Hal ini terkait dengan sifat genetika yang dimiliki masing-masing individu terkait dengan kemampuan metabolisme tubuh dalam mencerna kafein ( Corneis, 2006). Metabolisme kafein terjadi dengan bantuan enzim sitokrom P450 1A2 (CYP1A2).

Terdapat 2 tipe enzim, yaitu CYP1A2-1 dan CYP1A2-2 ( (Bach, 2008). Orang yang memiliki enzim CYP1A2-1 mampu mematabolisme kafein dengan cepat dan efisien sehingga efek dari kafein dapat dirasakan secara nyata.

Enzim CYP1A2-2 memiliki laju metabolisme kafein yang lambat sehingga kebanyakan orang dengan tipe ini tidak merasakan efek kesehatan dari kafein dan bahkan cenderung menimbulkan efek yang negatif ( Sata, 2005).

Kandungan kafein yang terdapat di dalam kopi mampu menekan pertumbuhan sel kanker secara bertahap ( Yuhardin, 2009) serta mampu menurunkan risiko terkena diabetes melitus tipe 2 dengan cara menjaga sensitivitas tubuh terhadap insulin (Wildman, 2007).

Kafein dalam kopi juga telah terbukti mampu mencegah penyakit serangan jantung (Smith, 1999). Pada beberapa kasus, konsumsi kopi juga dapat membuat tubuh tetap terjaga dan meningkatkan konsentrasi walau tidak signifikan ( Frewer, 2004).

Di bidang olahraga, kopi banyak dikonsumsi oleh para atlet sebelum bertanding karena senyawa aktif di dalam kopi mampu meningkatkan metabolisme energi, terutama untuk memecahkan glikogen (gula cadangan dalam tubuh) ( Mc. Claran, 2007).

Selain kafein, kopi juga mengandung senyawa antioksidan dalam jumlah yang cukup banyak (Yanagimoto, 2004).

Adanya antioksidan dapat membantu tubuh dalam menangkal efek pengrusakan oleh senyawa radikal bebas, seperti kanker, diabetes, dan penurunan respon imun ( Smith, 1999).

Beberapa contoh senyawa antioksidan yang terdapat di dalam kopi adalah polifenol, flavonoid, proantosianidin, kumarin, asam klorogenat, dan tokoferol. Dengan perebusan, aktivitas antioksidan ini dapat ditingkatkan ( Yanagimoto, 2004).

Farmakokinetik Kafein

Kafein diabsorpsi secara cepat pada saluran cerna dan kadar puncak dalam darah dicapai selama 30 hingga 45 menit.

 Pada orang dewasa yang sehat jangka waktu penyerapannya adalah 3-4 jam, sedangkan pada wanita yang memakai kontrasepsi oral waktu penyerapan adalah 5-10 jam. Pada bayi dan anak memiliki jangka waktu penyerapan lebih panjang (30 jam).

Kafein dapat melewati plasenta dan lapisan darah-otak dikarenakan sifatnya yang hidrofobik .

Molekul kafein secara struktural mirip dengan adenosin, dan mengikat reseptor adenosin pada permukaan sel tanpa mengaktifkan mereka. Oleh karena itu, kafein bertindak sebagai inhibitor kompetitif.

Kafein diuraikan dalam hati oleh sistem enzim sitokhrom P 450 oksidasi kepada 3 dimethilxanthin metabolik, yaitu :

  1. Paraxanthine (84%), mempunyai efek meningkatkan lipolisis, mendorong pengeluaran gliserol dan asam lemak bebas didalam plasma darah
  2. Theobromine (12%), melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan volume urin. Theobromine merupakan alkaloida utama didalam kokoa (coklat)
  3. Theophyline (4%), melonggarkan otot saluran pernafasan, digunakan pada pengobatan asma. (Yusianto, 2005)

Hati merupakan tempat utama dalam proses metabolisme kafein. Masing masing dari hasil metabolisme ini akan dimetabolisme lebih lanjut dan akan dikeluarkan melalui urin.

Waktu paruh kafein yaitu waktu yang diperlukan tubuh untuk menghilangkan satu-setengah dari jumlah kafein sangat bervariasi antar individu. Hal itu

berdasarkan faktor-faktor seperti usia, fungsi hati, kehamilan, beberapa obat bersamaan, dan tingkat enzim dalam hati yang dibutuhkan untuk metabolisme kafein. Pada orang dewasa sehat, waktu paruh kafein sekitar 4,9 jam.

Pada wanita menggunakan kontrasepsi oral, ini meningkat menjadi 5-10 jam dan pada wanita hamil waktu paruhnya adalah sekitar 9-11 jam.

Kafein dapat berakumulasi pada individu dengan penyakit hati yang berat, meningkatkan waktu paruhnya hingga 96 jam.

Pada bayi dan anak-anak muda, waktu paruh dapat lebih lama dibandingkan orang dewasa, waktu paruh pada bayi baru lahir dapat selama 30 jam.

Faktor-faktor lain seperti merokok dapat mempersingkat waktu paruh kafein. Fluvoxamine mengurangi clearance kafein 91,3%, dan lama eliminasi paruhnya dengan 11,4 kali lipat (dari 4,9 jam menjadi 56 jam).

  1. Asam Klorogenat

 Klorogenat adalah senyawa golongan fenilpropanoid yang tersebar luas di berbagai bagian dari banyak tumbuhan.

Dalam biji kopi, konsentrasi asam klorogenat sangat tinggi, dan kandungan asam klorogenat yang mudah larut dalam kopi kering dapat mencapai 12 persen berdasarkan bobot. Oksidasi dari asam klorogenat yang diikuti oleh polimerisasi (gabungan dari monomer-monomer) menyebabkan pembentukan quinon. (Salisbury, 1995).

Asam klorogenat yang dihasilkan dari kopi salah satu khasiatnya adalah berperan sebagai antioksidan eksogen yang berperan dalam mencegah kerusakan sel serta menghambat pertumbuhan sel kanker melalui pengikatan sejumlah radikal bebas.

Peran asam klorogenat dalam menghambat pertumbuhan Cell melalui reaksi oksidasi-reduksi dengan cara menangkap radikal bebas yang pada akhirnya menurunkan Reactive oxygen spesies (ROS).

Asam klorogenat menginduksi antioksidan endogen sehingga aktifitasnya meningkat. (Yanagimoto,et al.,2004).

Takaran Penyajian

Kopi hitam atau kopi murni dan kopi yang tidak murni dengan catatan sudah dicampur susu dan sebagainya semuanya aman untuk dikonsumsi asalkan dengan takaran yang pas adalah   2 – 3 cangkir kopi hitam atau kopi murni dalam sehari.

Untuk kopi campuran dengan krimer dan sebagainya boleh asalkan harus seimbang misalkan nasinya dikurangi, camilan dikurangi.

Disarankan juga bagi kelompok berikut untuk menghindari kopi: wanita hamil, anak-anak, orang tua, orang dengan penyakit jantung dan pembuluh darah (mis: hipertensi). *

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.