Pakar komunikasi politik Unair, Suko Widodo. DUTA/dok

SURABAYA | duta.co – Sampai sejauh ini pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Surabaya masih belum ada gaungnya.

Nama-nama yang muncul di publik hanya untuk memperkenalkan diri, namun tidak dilengkapi dengan visi yang jelas apalagi konsep yang realistis tentang Kota Pahlawan ini.

Pakar Komunikasi Politik Universitas Airlangga (Unair), Suko Widodo mengungkapkan sejauh ini nama-nama yang muncul masih menonjolkan personalitasnya bukan visinya.

Idealnya kata Suko, agar gaung bersambut dan kandidat itu mendapat dukungan publik, harus memiliki konsep yang realistis.

“Misalnya, menawarkan konsep transportasi publik, perbaikan kampung dan lainnya,” ujarnya Sabtu (27/7) malam.

Itulah kenapa survei Departemen Statistik yang dipublikasikan media massa beberapa waktu lalu menemukan bahwa 95 persen responden belum memiliki pilihan. “Selama ini publik hanya jadi ajang perkenalan. Bukan diajak berdialektika,” tandas Suko.

Suko menilai, menjelang pilwali 2020 mendatang, sampai saat ini hampir tak ada proses komunikasi politik antara kandidat dengan publik. Padahal komunikasi politik ini penting dilakukan dan itu memerlukan ide berupa visi yang juga jelas.

Andai kandidat punya visi yang terkonsep sesuai ekspektasi  dan kebutuhan publik, maka kandidat itu akan terdongkrak popularitasnya. Yang terjadi saat ini, kandidat baru muncul dengan identitasnya. Belum dengan visinya.

“Saya berharap kandidat mulai membuka gagasan yang bakal dikerjakan jika terpilih. Kandidat yang tak mampu mengelola komunikasi politik bakal tak mendapat dukungan publik,” tukas Suko. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry