Gus Yasien (kanan atas) dan meme yang beredar di media sosial. (FT/IST)

SURABAYA | duta.co – Ketua Harian PPKN (Pergerakan Penganut Khitthah Nahdliyyah) H Tjetjep Mohammad Yasien, mengaku perhatin menyaksikan hiruk pikuk politik di kalangan nahdliyin. Ini terlihat jelas dari ‘gegeran’ PBNU dan PKB, serta suara nahdliyin di media sosial.

“Seakan semua masalah terlesaikan dengan politik. Lebih miris lagi, yang jadi tarik-ulur itu, politik praktis, politik partai, dukung mendukung Capres-Cawapres. Ini ‘arus balik’ yang mengerikan. Jauh dari harapan para masyayikh NU dalam memutus kembali ke Khitthah 1926,” demikian Gus Yasien panggilan akrab H Tjetjep Mohammad Yasien kepada duta.co, Selasa (24/5/2023).

Masih menurut alumni PP Tebuireng ini, diakui, Imin memang tampak kelewat sombong. Seakan sudah di atas NU. Ia memuji kaos ‘Warga NU Kultural Wajib ber-PKB, Struktural Sakarepmu’ buatan Imam Jazuli, Cirebon.

“Ini blunder politik. Padahal, sedikit sekali warga NU yang merasa wajib ber-PKB, mayoritas justru tidak ber-PKB. Maka, jangan heran kalau kemudian menjadi ‘senjata makan tuang’. Ironisnya, sebagai politisi, dia tidak paham,” jelas pengacara senior ini.

Potret Buruk

Pun demikian, acara PKB menggerakkan kiai-kiai NU di Jatim, seakan menantang, di mana pelaksanaannya berbarengan dengan hajat nasional (Konbes PBNU). Menurutnya, ini hanya menambah potret buruk partai. Belum lagi mendengar testimoni kiai-kiai NU. “Lora Cholil As’ad Situbondo, misalnya, dengan tegas berharap agar PKB menjadi partai sebagaimana yang dicita-citakan muassisnya. Artinya, kembali ke Gus Dur,” tegasnya.

Dzurriyah tokoh NU Buntet, Cirebon ini, juga mendengar jawaban Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, isinya justru ‘memukul telak’ PKB. “Menurut beliau, warga NU harus bahagia. Warga PKB sakarepmu! Nah,” tambah Gus Yasien menirukan cuplikan kelimat Gus Yahya yang viral di media sosial.

Jadi? “Harapan PPKN, warga NU tidak perlu larut dalam hiruk pikuk politik praktis semacam ini. Bahwa berpolitik itu sah, jelas, tetapi, jangan habiskan energi kita untuk gontok-gontokan soal politik. Bangsa ini tengah memanggil, berteriak keras, bahwa, kedaulatan kita sudah hilang, dan harus kita rebut kembali. Negeri ini terancam oleh kekuatan asing, terutama China,” pungkasnya. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry