SURABAYA | duta.co – Sebanyak 28 desa tersebar di empat kecamatan Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terendam banjir, Senin, 15 Maret 2021. Banjir akibat meluapnya air Kali Lamong ini mencapai ketinggian 10 hingga 70 centi meter.

“Ada 28 desa di empat kecamatan itu yang tergenang air,” kata Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Yanuar Rachmadi, Selasa (16/3/2021).

Yanuar mengaku pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD Gresik untuk melakukan pertemuan. Pertemuan tersebut melibatkan Kepala Desa/Lurah dan Ketua Badan Pertimbangan Desa (BPD) di empat Kecamatan tersebut.

“Kami juga telah menyiagakan personel di lokasi banjir, perahu untuk evakuasi. Serta memonitoring Kali Lamong dan pasang surut air laut,” katanya.

Meski demikian, Yanuar menyebut masyarakat setempat memilih tetap bertahan di rumahnya masing-masing. Bahkan, warga bersama-sama bersih-bersih kotoran akibat banjir. “Tidak ada pengungsian, dan warga masih beraktifitas seperti biasa. Meski masih ada genangan air di desa di sejumlah kecamatan itu,” ujarnya.

Adapun puluhan desa yang terendam banjir di empat kecamatan itu, yakni tujuh desa di Kecamatan Balongpanggang. Meliputi Desa Kedungpring, Balongpanggang, Pucung, Banjaragung, Wotansari, Sekar Putih, dan Desa Klotok. “Ketinggian air rata-rata mencapai 10-60 cm,” ujarnya.

Lalu sembilan desa di Kecamatan Benjeng, yakni Desa Sedapurklagen, Deliksumber, Kedungrukem, Munggugianti, Bulurejo, Sirnoboyo, Lundo, Klampok, dan Desa Karang Kidul. Ketinggian air rata-rata mencapai 10-50 cm. “Tapi genangan air di desa Kecamatan Benjeng sebagian besar sudah surut,” ujarnya.

Selanjutnya sembilan desa di Kecamatan Cerme, yakni Desa Dadapkuning, Ngembung, Sukoanyar, Dungus, Betiting, Guranganyar, Morowudi, Iker-iker, dan Desa Pandu. Banjir merendam 284 rumah dengan ketinggian air mencapai 10-50 cm. “Sementara di Kecamatan Menganti hanya ada satu Desa Pranti, genangan air mencapai 20-30 cm sepanjang 300 meter,” katanya. Zal

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry