JOMBANG | duta.co – Kalau nahdliyin terperangkap isu konsesi tambang, betapa rusak jamiyah ini. “Awalnya saya juga berpikir seperti itu. Seperti omongan Islah Bahrawi yang baru-baru ini tampil dalam beberapa episode di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored (AFU). Tapi, masak iya (Konflik PBNU) ini soal tambang. Kok rendah sekali, masalah perut lagi,” demikian disampaikan Drs H Abdul Kholiq, mantan Ketua GP Ansor Jombang, kepada duta.co, Rabu (24/12/25).

Menurut Cak Kholiq, panggilan akrabnya, kalau benar ribut di PBNU itu akibat konsesi tambang yang, diberikan pemerintah kepada NU, betapa ngeri kita sebagai nahdliyin. ”Saya masih yakin ada yang lebih substansial dari masalah duit itu. Lalu, saya mendengar jawaban Gus Ipul, logikanya, masuk. Ini bukan masalah tambang, kali ini saya setuju Gus Ipul (Sekjen PBNU),” jelas Cak Kholiq yang juga mantan Ketua Komisi A DPRD KKab. Jombang ini.

Masih kata Cak Kolig, mengutip Gus Ipul, tudingan soal tambang itu penggirangan opini untuk melumpuhkan NU. “Saya kok yakin sulit dibuktikan kalau konflik PBNU itu bermuara pada tambang. Mengapa? Karena tambang itu bukan milik personal, tidak patut dan tidak mungkin diperebutkan. Yang berebut siapa? Ini milik NU,” tegasnya.

Jadi? “Saya yakin seyakin-yakinnya, bahwa, problem utama PBNU sekarang adalah zionisme. Ada kegentingan di tubuh PBNU, ada yang bermain dengan Israel. Ini berbahaya. Bukan saja bahaya bagi NU, tapi juga bagi masa depan Palestina. Kalau ada yang bilang atau beralasan mendekat ke zionis itu untuk Palestina, itu omong kosong,” tegasnya.

KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya yakin, bahwa, warga NU tidak menyoal dirinya ke Israel? “Apa benar begitu? Rais Aam atau jajaran Syuriyah PBNU lebih tahu bahayanya. Mungkin saja nahdliyin tidak tahu betul apa yang terjadi? Ini bukan sekedar ke Israel, ada benang merah yang mengkhatirkan. Jajaran syuriyah, Rais Aam PBNU jelas lebih paham tentang bahaya zionis ini. Bahasa Gus Luthfi (NU Garis Lurus) kalau sampai Rais Aam diam, berdosa,” pungkasnya. (mky)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry