Oleh M Idris Hady, SE*

ISLAM adalah agama yang memerintahkan keadilan. Allah berfirman: _“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan…”_ [QS. An-Nisa: 135]. Hari ini ayat itu sedang diuji. Ketika tanah-tanah umat tergusur dan suara kebenaran dipinggirkan, maka “kalau” bukan lagi sekadar kata. Ia telah menjadi cermin iman dan tanggung jawab kita bersama.

KALAU umat pribumi terus memilih diam dan tidak bersuara, maka jangan salahkan siapa-siapa ketika kita terus berada dalam posisi yang dirugikan. Bukankah Rasulullah mengajarkan, “Barangsiapa melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya…”

KALAU ada kebijakan atas nama pembangunan dan investasi yang justru merusak lingkungan hidup dan mengusir umat dari tanahnya sendiri, maka wajib kita bertanya: apakah ini bentuk pengabdian untuk nusa dan bangsa? Karena kerusakan itu sering terjadi dengan mengatasnamakan legalitas, dan tanpa sadar telah menggadaikan amanah tanah air kepada kepentingan yang tidak berpihak kepada rakyat.

KALAU partai politik mengklaim hadir untuk mewakili suara rakyat, maka buktikan dengan menegakkan amanah. Jangan sampai umat ikut terjebak dalam lingkaran janji yang mengingkari sumpah untuk menyejahterakan rakyat.

KALAU  civitas akademika hanya berhenti sebagai menara gading dan enggan menyuarakan kebenaran di tengah kezaliman, maka ilmu itu akan kehilangan keberkahannya. Ilmu tanpa keberpihakan kepada yang tertindas adalah ilmu yang mati.

KALAU ada yang khawatir menyuarakan kebenaran akan menimbulkan kegaduhan, ingatlah sejarah para nabi. Setiap dakwah pasti diuji. Setiap kelahiran kebaikan pasti disertai rasa sakit. Namun dari sanalah lahir generasi yang tangguh.

KALAU kita ingin mencari solusi bagi bangsa ini, maka harus berani menggali ke akar persoalan. Sebagaimana mencari air harus menggali ke dalam tanah, begitu juga mencari keadilan harus berani membongkar ketidakadilan.

KALAU kita tidak tergerak untuk menjaga tanah dan melindungi umat, maka kita sedang membiarkan hawa nafsu mengalahkan iman.
Karena itu, saya mengajak: MARI BERSAMA MENEGAKKAN AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR, MENJAGA NEGERI INI DAN MELINDUNGI UMAT DARI KETIDAKADILAN YANG BERKEPANJANGAN.

KALAU setelah membaca tulisan ini kita masih memilih diam, maka khawatir kita termasuk dalam golongan yang membiarkan kemungkaran terjadi di depan mata.*

*M. Idris Hady, S.E. adalah Sekjen ADA API (Aliansi Damai Anti Penistaan Islam)-Alumni ponpes Darul Ulum Peterongan Jombang.
Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry