KH Imron Rosyadi, Pengasuh Pondok Pesantren Al Mimbar Sambong, Jombang. (IST)

JOMBANG | duta.co – Jelang Muktamar ke-34, tarik ulur kandidat Ketum PBNU kian kuat. KH Imron Rosyadi, Pengasuh Pondok Pesantren Al Mimbar Sambong, Jombang mengajak tokoh-tokoh NU turun gunung. Selamatkan NU dari sifat kemaruknya mekelar politik.

“Sangat memprihatinkan. Isu kandidat Ketum PBNU sekarang banyak dari makelar politik. Harus segera muncul calon alternatif, sehingga ke depan PBNU tidak lagi menjadi tempat kumpulnya politisi haus jabatan,” demikian Abah Rosyad, panggilan akrab KH Imron Rosyadi kepada duta.co, Selasa (23/11/21).

Menurut Abah Rosyad, pengurus PBNU yang ada selama ini, seperti sepakat melanggar AD-ART. PBNU produk Muktamar ke-33 di Jombang, sangat politis, sehingga NU menjadi kendaraan politik. “Kita bisa saksikan saat Pilgub Jawa Timur (2018) kemarin. Begitu vulgar dan terang-terangan mereka menodai AD-ART,” tegasnya.

Demi NU

Sesepuh GP Ansor Jatim ini, kemudian mengurai, bahwa, saat Pilgub Jatim 2018,  PWNU Jatim terang-terangan mendukung Gus Ipul-Puti. Sampai ada yang menyebut Pilgub ini menjadi taruhan marwah kiai Jatim. “Kalau Gus Ipul-Puti kalah, hancur martabat Kiai. Faktanya? Gombal semua! Sekarang malah sebaliknya. Apa nggak malu gitu itu?” terangnya.

Dulu, jelasnya, ketika Khofifah (Cagub Jatim) ingin sowan ke PWNU, mereka tolak mentah. Alasannya, NU mendukung kader sendiri, Gus Ipul. Selain dia, tidak didukung NU. “Nah, ketika Gus Ipul keok, apa yang terjadi? Siapa yang runtang-runtang (ke mana-mana, bersama-sama) ke Grahadi (Kantor Gubernur Jatim red.)? Heran, tidak malu sama umat,” terangnya.

Karena itu, saran Abah Rosyad, menjelang Muktamar ke-34 NU di Lampung, para kiai, habaib dan cendekiawan muslim harus turun gunung. “Jangan diamlah! Sudah tahu NU diacak-acak politisi kok diam saja. Di NU itu, stok kader bersih, ikhlas yang layak menjadi Ketum PBNU banyak. Jangan biarkan mereka yang bermasalah, terus mengangkangi NU,” tambahnya.

Siapa kader NU yang layak menduduki Ketum PBNU (selain Kiai Said Aqil dan Gus Yahya Staquf)? Abah Rosyad langsung menyebut nama Dr KH As’ad Said Ali, mantan Ketua Umum PBNU.

“Siapa yang meragukan kemampuan beliau? Saya ingin tahu? Beliau adalah aset besar NU yang harus tampil di tengah PBNU karut marut seperti sekarang ini. Kalau beliau menolak, kita tangisi bersama. Ini demi NU,” pungkasnya dengan nada serius. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry