AHB : Sosok petani kopi, AHB berjuang di Dapil VIII untuk lolos ke Senayan (istimewa/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Popularitas sebagai artis tidak menjamin kemenangan dalam Pemilu Legislatif 2019. Buktinya penyanyi Denada harus menyimpan mimpinya sebagai wakil rakyat setelah kalah dari Abdul Hakim Bafagih (AHB). Tidak lain,  pemuda milenial yang baru merayakan ulang tahun ke 27 pada 23 September lalu.

Meskipun Denada memiliki keuntungan dengan mendapatkan nomor urut 1, faktanya ia hanya mampu meraih 43.573 suara sah. Sementara berada di nomor urut 2 justru AHB mampu meraup 56.848 suara sah, yang memberinya satu tiket ke Senayan. Hasil suara Partai Amanat Nasional (PAN) di Dapil Jawa Timur VIII di mana terdapat dua caleg ini berada, memperoleh 146.946 suara sah.

Kekalahan Denada ini, menjadi bukti bahwa popularitas sebagai artis saja tidak cukup untuk meyakinkan masyarakat memilihnya, terutama di Dapil VIII. Namun, kerjasama tim dan penguasaan wilayah menjadi kunci meraih kemenangan.

“Kami melakukan survei secara berkala, dari hasil survei tersebut kami petakan wilayah untuk merekrut relawan dan tentu saja memberikan bekal pelatihan sebelum terjun ke lapangan,” ungkap AHB, Sabtu pagi. Pemuda milenial juga menolak jika kemenangannya dicap semata-mata karena hubungan saudara dengan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

“Kakak saya banyak memberikan nasehat dan bimbingan. Beliau selalu menjadi inspirator saya atas keberhasilannya memimpin Kota Kediri,” ungkanya dengan penuh diplomatis. Pengalaman AHB di dunia politik, selain faktor ayahnya H. Abdul Bagi Bafagih menjabat Ketua DPD PAN Kota Kediri.

Sebelumnya terlibat langsung di tim kampanye Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar yang menjadi Wali Kota Kediri dua periode, 2013 – 2018 dan 2018 – 2023. Dari sana lah ia banyak belajar tentang strategi pemenangan dan ia praktikkan dalam pencalegannya.

Namun meskipun ia dan keluarga besarnya tinggal di Kota Kediri, AHB justru bertarung di luar Kediri. Ia mencalonkan lewat Dapil Jatim VIII yang meliputi Kota/Kabupaten Madiun, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Jombang dan Kota/Kabupaten Mojokerto.

AHB Sosok Petani Kopi

AHB : Abdul Hakim Bafagih merupakan pembina Asosiasi Kopi Wonosalam (istimewa/duta.co)

Selain meraih kemenangan dengan menggerakkan mesin partai dan relawan, Abdul Hakim Bafagih juga banyak terlibat di komunitas-komunitas. Sebagai contoh ia aktif membina Asosiasi Kopi Wonosalam Kabupaten Jombang yang menjadi salah satu basisnya mendulang suara. Bahkan, di Kecamatan Wonosalam ia berhasil menjadi pemenang.

“Persahabatan dan kepercayaan yang diberikan kepada tim adalah kunci keberhasilan Mas Hakim di Wonosalam – Jombang,” kata Muhamad Edi Kuncoro, salah satu pendiri Asosiasi Kopi Wonosalam.

“Saatnya petani kopi memiliki seorang sahabat muda, kreatif, dan peduli yang bisa menyerap, menyuarakan dan memperjuangankan aspirasinya di DPR tingkat pusat,” tambahnya.

Meskipun masih muda, Mas Hakim sapaan akrabnya juga seorang petani kopi. Ia menanam 2 hektar lahan kopi di lereng Gunung Wilis, dan rencananya akan terus memperluasnya dengan sistem kerjasama petani penggarap.

Dari sana lah, pemuda yang hampir setiap hari selalu mampir ngopi di kedai favoritnya selepas olahraga bersepeda itu bisa berjejaring dengan komunitas kopi.

Alumni SMA Al Hikmah Surabaya angkatan 2010 ini juga aktif sebagai Direktur Kediri Creative City Forum (KCCF) yang menjadikannya banyak referensi di subkultur industri kreatif.

Maka tak heran model kampanye terbuka di atas panggung bisa dihitung dengan jari, ia lebih sering turun langsung bertemu dengan komunitas atau pelaku usaha kreatif.

“Semoga Mas Hakim selalu diberikan yang terbaik dan bisa menjaga amanah dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota DPR RI Periode 2019 – 2024,” harap Muhamad Edi Kuncoro saat dikonfirmasi di Rumah Sedov, Wonosalam, Kabupaten Jombang. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry