Lokasi korban yang tertabrak KA Ranggajati, di Desa Masangan  Bangil, Kamis (11/7) pagi. (DUTA.CO/Abdul Aziz)

PASURUAN | duta.co – Jamil (61), pencari rumput asal Dusun Balepanjang, Desa Pandean, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, harus meregang nyawa, setelah disambar Kereta Api (KA) Ranggajati di perlintasan rel tanpa palang pintu di Desa Masangan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Kamis (11/7/2019) pagi.

Peristiwa berawal saat korban naik motor sendirian dari arah timur hendak menyeberang rel KA yang berada di jalur pantura tersebut. Namun dari arah timur, melintas KA Ranggajati jurusan Jember – Cirebon melaju dengan cepat. “Saat itu korban diteriaki kalau ada kereta akan lewar. Namun korban tidak dengar, sehingga tertabrak,” kata Wahid, warga sekitar TKP, Kamis (11/7).

Ia mengatakan, korban sempat terpental bersama motorny kurang lebih sejauh 20 meter. Bahkan disebut korban tak sadarkan diri dan saat itu nafasnya tersengal-sengal hingga terhenti dengan penuh luka di kaki dan patah di bagian tangannya. “Setelah ditolong dan mau dibawa ke rumah sakit, korban sudah tidak bernafas. Korban meninggal dunia,” ungkapnya, saat berada di TKP.

Syaifudin, warga sekitar mengungkapkan bahwa korban ini memang sedikit terganggu pendengarannya. “Saat itu, bel dan lampu merah di perlintasan tanpa palang pintu ini tidak menyala. Jadi, tidak ada tanda-tanda kereta mau lewat atau tidak. Sebenarnya, korban hampir saja selamat, seandainya roda belakang tidak tertabrak kereta,” urai dia.

Sementara itu, Kanit Laka Polres Pasuruan, Iptu Marti, mengatakan, korban saat itu mengendarai motor dari arah timur ke arah utara. Sesampai di lokasi kejadian korban tidak melihat ada kereta yang melintas dari arah timur. “Seketika korban tertabrak dan terseret bersama motornya sejauh 20 meter dari lokasi kejadian,” bebernya. (dul)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry