LIAR : Keberadaan parkir liar salah satunya di kawasan Kediri Town Square (duta.co/M. Isnan)

KEDIRI | duta.co -Menjelang Hari Raya Idul Fitri, keberadaan parkir liar di sejumlah titik keramaian, seolah luput dari pengawasan pihak terkait. Atas hal ini, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, H. Ferry Djatmiko berjanji akan melakukan penertiban.

Seperti tahun sebelumnya, keberadaan parkir liar dan terindikasi premanisme karena mahalnya tarif parkir yang dikenakan, mendapatkan keluhan sejumlah warga Kota Kediri.

“Katanya Kota Kediri bebas restribusi, mereka para juru parkir juga digaji negara melalui APBD. Apakah semua harus bayar? Kemudian muncul parkir liar, biasanya cukup bayar Rp 2 ribu, sekarang bayar Rp 5 ribu,” terang Dewi Kusuma Wardani, warga Kelurahan Tamanan saat ditemui di kawasan pertokoan Kediri Mall.

Pun demikian di kawasan Kediri Town Square maupun di pusat keramaian lainnya, para tukang parkir liar ini, menarik tarif sekali parkir yang cukup tinggi. Atas keluhan ini, Kadishub Kota Kediri ditemui di ruang kerjanya, menyatakan tindakan tegas dengan menggandeng pihak terkait.

“Kami komitmen akan lakukan tindakan tegas, jika memang menarik tarif cukup tinggi. Selain keberadaan parkir ini diluar tanggung jawab kami, keberadaannya sangat menggangu arus lalu lintas,” jelas Ferry Djatmiko. (nng)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.