MOJOSARI : Aksi dilanjutkan audensi perwakilan warga Kecamatan Purwoasri bersama pejabat Pemkab Kediri (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co -Ratusan warga Desa Mojosari Kecamatan Kras diagendakan pada Senin besok akan menggelar aksi di halaman balai desa. Tujuannya meminta pertanggungjawaban Ali Mustofa, sosok kades diduga kuat melakukan KKN rekayasa calon perangkat desa.

“Informasinya besok akan menyampaikan aspirasi ke balai desa,” terang Kapolsek Kras, AKP Ridwan Sahara dikonfirmasi Minggu (17/03/2019).

Seperti halnya di keluhan warga desa lain di Kabupaten Kediri, disinyalir terjadi rekayasa dilakukan oknum kepala desa, panitia rekrutmen perangkat desa dan pejabat di lingkungan Pemkab Kediri. Berdasarkan hasil pengumuman, yang lolos dan mendapatkan nilai tertinggi untuk posisi sekretaris desa, Heppy Cahyaning Windo, bukan merupakan penduduk asli.

Disampaikan Hendro, warga desa setempat bahwa aturan di Perda dan Perbup, sudah jelas namun ada indikasi rekayasa dilakukan kades.

“Apalagi kami mendapat kabar, pelantikan akan dimajukan besok. Makanya kami akan kerahkan warga untuk meminta kades bertanggung jawab,” terangnya.

Terkait permasalahan ujian perangkat desa, Rahmat Mahmudi, Direktur Pusat Studi Administrasi Publik (PSAP) Kediri, melihat ada indikasi pembiaran dan kades memang sengaja ditumbalkan. Menjadikan ironis, justru di media sosial muncul foto Bupati dr. Haryanti Sutrisno bersama suaminya Ir. Sutrisno sedang bepergian bersama keluarganya.

“Sumber permasalahan ini disinyalir Perda dan Perbup yang ‘abu-abu’, yang tidak memberi kepastian kriteria calon perangkat yang akan dilantik, apakah berdasar nilai ujian tertinggi atau berdasar pengabdiannya, atau kedua-duanya? Atau terserah kepada pertimbangan dan keputusan Kades,” jelas pendiri forum diskusi Menuju Kediri Lebih Baik (MKLB). (nng)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.