SITUBONDO | duta.co – Kader Posyandu, Wiwin Karmila (39) warga RT 002 RW 004, Dusun Suboh Kecil, Desa Suboh, Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo, meninggal dunia pasca menerima suntikan vaksin Covid-19 Sinovac, Jumat (11/6/2021).

Penyuntikan vaksin Covid-19 yang dilaksanakan Puskesmas Suboh, kemarin mengakibatkan almarhumah Wiwin sempat mengalami demam hingga sesak napas. Sebelum meninggal dunia, Wiwin mendapat penanganan medis di Puskesmas Suboh.

“Setelah beberapa jam pasca divaksin Covid-19 di Puskesmas Suboh, ketika pulang ke rumah Wiwin mengalami sesak nafas. Kemudian oleh pihak keluarga dibawa ke Puskesmas Suboh dan dilakukan tindakan medis. Namun sayangnya, nyawa Wiwin tidak tertolong,” jelas warga setempat.

Menurut warga setempat, pada siang hari, pasca menerima suntikan vaksin Covid-19, kondisi Wiwin sehat dan sempat bercanda dengan teman-temannya di Nonik Café Desa Buduan. Namun menjelang petang kemarin, Wiwin meninggal dunia di Puskesmas Suboh.

“Setelah mendapat pelayanan medis dan rencana akan di rujuk ke RSUD dr Abdoel Rehem Situbondo, Wiwin sekitar pukul 16.00 WIB meninggal dunia,” jelas warga setempat yang ditulis dalam Graop WhatsApp KIM Suboh Desa.

Kepala Puskesmas Suboh, Situbondo Muhammad Mahgfur, membenarkan jika ada kader Posyandu Suboh bernama Wiwin Karmila meninggal dunia, usai menjalani vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Suboh, Situbondo.

“Sebelum mengalami sesak napas dan meninggal dunia, Wiwin bersama lansia divaksin Covid-19. Numun demikian, kami belum bisa memastikan apakah almarhumah Wiwin meninggal lantaran vaksin covid-19. Karena, untuk memastikan penyebabnya, harus ada analisa dokter spesialis,” jelas Muhammad Maghfur.

Lebih lanjut, pria yang akrab dipanggil Ipung ini menjelaskan, berdasarkan keterangan petugas saat pelaksanaan vaksinasi, Almarhumah Wiwin tidak memberitahu jika mempunyai riwayat penyakit bawaan berupa asma.

“Pengakuan keluarga, Wiwin mempunyai riwayat penyakit asma. Namun, saat menjalani screening, almarhumah Wiwin mengaku tidak mempunyai komorbid asma. Sudah ada rekam medik, waktu screening di meja 1 almarhum tidak ada pengakuan atau keluhan penyakit asma,” jelas Ipung.

Seandainya sebelum di vaksin almarhum berbicara jujur kalau ada riwayat sesak nafas, kata Ipung, maka tentunya pihak Puskesmas Suboh tidak akan melakukan penyuntikan vaksin Covid-19. “Kami melaksanakannya vaksinasi tidak ngawur, sudah sesuai dengan protap, S.O.P dan juknis serta ketentuan dalam pelaksanaan progam vaksinasi.” tuturnya.

Dengan adanya peristiwa ini, imbuh Ipung, pihaknya berharap dan menghimbau ke masyarakat Kecamatan Suboh agar berkata jujur ketika ditanya oleh petugas vaksin. “Saya berharap masyarakat agar berkata jujur saat ditanya petugas tentang riwayat penyakitnya,” pungkas Ipung. (her)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry