Anggota Komisi E DPRD provinsi Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas.

SURABAYA | duta.co – Di usia ke 1265 Kabupaten Malang didorong untuk lebih maju dan berkelanjutan, hal ini disampaikan oleh anggota Komisi E DPRD provinsi Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas.

Menurutnya kabupaten Malang memiliki sumber daya yang luar biasa lengkap dan harus dioptimalkan mulai dari pantai, pegunungan, pertanian, perkebunan, industri, hingga potensi religius seperti banyaknya pesantren dan kearifan lokal.

Puguh sapaan akrabnya, menyoroti kekayaan wisata Kabupaten Malang yang terbentang luas, mulai dari deretan pantai eksotis di wilayah selatan. Sepanjang Jalur Lintas Selatan (JLS).

“Malang memiliki banyak destinasi pantai yang bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika dikelola lebih optimal melalui BUMD maupun sinergi dengan masyarakat pesisir,” ujarnya, pada Jum’at (28/11/2025).

Selain wisata pantai, Kabupaten Malang juga memiliki wisata pegunungan yang tak kalah menjanjikan. Akses menuju Gunung Bromo dan Semeru melalui wilayah Malang masih menjadi jalur favorit wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Wisata Malang itu lengkap. Pantai ada, gunung ada. Potensi ini harus didorong menjadi kekuatan ekonomi baru yang dikelola profesional,” tegasnya politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Keberadaan Bandara Abdulrachman Saleh ia menyebut, berada di wilayah Kabupaten Malang turut memperkuat aksesibilitas dan konektivitas berbagai sektor.

Selain sektor wisata, Puguh juga mengingatkan pentingnya mempertahankan dan mengembangkan potensi pertanian dan perkebunan. Kabupaten Malang memiliki lahan sawah dan perkebunan yang luas, terutama di wilayah Malang Selatan dan Malang Timur.

Produk legendaris seperti kopi Dampit menjadi contoh keberhasilan potensi lokal yang pernah mendunia dan harus kembali didorong melalui inovasi dan pendampingan pemerintah.

“Potensi agrikultur ini adalah kekuatan besar Kabupaten Malang. Jangan sampai tergerus oleh alih fungsi lahan tanpa arah yang jelas,” paparnya.

Di tengah potensi besar, Puguh menegaskan adanya pekerjaan rumah yang harus menjadi perhatian serius, terutama ketimpangan pembangunan antarwilayah.

“Disparitas pendidikan, kualitas kesehatan, hingga indeks pembangunan manusia antarwilayah masih menjadi catatan penting. Dengan 33 kecamatan, kondisi tiap wilayah tidak sama. Ini harus menjadi fokus bersama,” katanya.

Menurutnya, angka kemiskinan yang berbeda-beda di berbagai kecamatan menjadi tantangan yang harus dijawab dengan program pembangunan yang terarah dan tepat sasaran.

Puguh mengingatkan, bahwa pembangunan Kabupaten Malang tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan fiskal daerah. Diperlukan kolaborasi berlapis antara Pemkab Malang, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Pusat untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur, konektivitas, dan pelayanan publik.

“Keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi hambatan. Kolaborasi adalah kunci. Kabupaten Malang tidak bisa bekerja sendirian,” tegasnya.

Dengan sinergi yang kuat, Puguh optimistis pembangunan Kabupaten Malang akan lebih terarah dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (rud)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry