Keterangan foto islami.co

SURABAYA | duta.co  – Anda sulit menghilangkan perasaan dengki? Jangan khawatir, karena ada jalan menuju surga Allah swt bagi orang-orang yang suka berbuat dengki.

Menurut Baginda Nabi Muhammad SAW, ada beberapa perbuatan dengki yang bisa membawa kita masuk surga, bagaimana caranya? Dan apa saja dengki yang membuat Allah swt suka?

Kalau kita menganut KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, dengki diartikan sebagai marah (benci, tidak suka) karena iri yang amat sangat kepada keberuntungan orang lain. Dari sini dapat disimpulkan bahwa dengki memang salah satu sifat tidak baik yang, harus dihindari oleh seorang muslim.

Dikisahkan oleh Anas bin Malik, ada salah seorang sahabat Anshar yang dikatakan Rasulullah SAW sebagai salah seorang penghuni surga. Diketahui orang in tidak pernah melakukan amal shaleh, apalagi yang bersifat istimewa. Ia bahkan tidak shalat malam. Lantas apa yang membuatnya mencapai derajat mulia sebagai seorang penghuni surga?

Tidak lain dan tidak bukan, karena ia tidak pernah memiliki rasa dengki (buruk) terhadap pemberian Allah kepada orang lain seumur hidupnya.

Masalahnya adalah mungkinkah kita terbebas dari sifat dengki?  Kalau tidak, bagaimana caranya sifat dengki diubah menjadi baik? Atau bagaimana caranya masuk surga justru karena perbuatan dengki?

Allah swt menciptakan perkara dengki, tidak semuanya harus kita hindari. Ada beberapa kondisi dengki yang diperbolehkan dan dikategorikan sebagai dengki yang baik. Apa saja?

Pertama, dengki kepada orang yang dermawan. Kita diperbolehkan untuk dengki kepada orang yang dimudahkan hartanya oleh Allah dan harta itu dimanfaatkan untuk berjuang di jalan Allah. Ketika kita dengki dengan orang yang seperti ini, Allah turunkan ridhanya kepada kita dan menjadikan kita berkesempatan memperoleh pahala yang sama dengan dia. Subhanallah!

Maka tidak salah bila dalam keadaan terbatas, kita pun iri dan berkata “seandainya saya banyak harta seperti fulan/ fulanah, saya akan membagikan-bagikan kepada orang yang tidak mampu”.

Dengki ini sekaligus sebagai pengingat, jika ternyata kita memiliki kemampuan yang sama, lalu mengapa kita tidak mampu melakukan seperti itu?

Kedua, iri atau dengki kepada Ahlul Quran. Memiliki waktu luang dan bisa menjadi Ahlul Quran adalah kesempatan terbaik yang pernah Allah berikan kepada manusia.

Maka seringkali manusia yang disibukkan dengan urusan dunia, lupa dan merasa kehilangan waktu untuk menjadi seorang ahlul quran.

Bila kita menyadari itu dan iri dengan orang yang bisa memanfaatkan waktunya untuk senantiasa bersama Alquran, Allah pun juga akan menurunkan ridha-Nya kepada kita. Pada kondisi ini, kita berkesempatan memperoleh pahala yang sama dengan cara memfasilitasi orang-orang tersebut.

Jadi? Marilah di bulan ramadan 1440 H ini, kita giring rasa dengki kita kepada kebaikan. Kalau orang lain bisa menyisihkan hartanya untuk perjuangan, mengapa kita tidak? Kalau orang lain bisa menjadi pemaaf, mengapa kita tidak? Kalau orang lain bisa memakmurkan masjid minimal 5 waktu sehari, mengapa kita tidak? Paling tidak kita bisa ikut memfasilitasinya.

Ingat! Amal baik kita tidak akan mampu menebus surga Allah swt. tetapi dengan melatih diri untuk iri dan dengki kepada kebaikan, maka, Allah swt akan memberikan kasih sayang-Nya kepada kita. Semoga! Amin. (mky,isc)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry