Nelayan Dusun Pesisir Utara, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. (DUTA.CO/HERU)

SITUBONDO | duta.co — Akibat cuaca buruk dalam sepekan ini, nelayan yang bermukim di Dusun Pesisir Utara, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, enggan melaut. Ombak besar dan angin kencang yang datang tiba-tiba serta hujan deras yang disertai petir itu tak kunjung reda.

Keterangan yang disampaikan salah seorang nelayan, Bujana saat mengecat perahunya, mengatakan bahwa, dalam satu bulan ini cuaca di laut Situbondo sangat ekstrim ketinggian ombak mencapai 2 hingga 3 meter dan angin kencang serta hujan yang dibarengi petir juga ikut menghiasi ketinggian ombak tersebut.

“Daripada bahaya di tengah laut, lebih baik saya menambatkan dan memperbaiki perahu yang rusak, ” kata Bujana, Kamis (15/02/2018).

Bujana menjelaskan, untuk mencukupi kebutuhan keluarga selama tidak melaut, dirinya bekerja apa adanya. “Agar dapur keluarga saya tetap ngebul, maka saya bekerja apa adanya dengan upah yang minim tetap saya lakukan,” jelasnya.

Bukan hanya Bujana saja yang mengalami nasib serupa akibat cuaca ekstrim di laut, tapi, Marno nelayan pesisir setempat juga menyampaikan hal serupa.

“Kalau saya ngga kerja, untuk makan keluarga saya cari hutangan dan menggadaikan perabotan rumah tangga yang ada,” tutur Marno.

Cuaca buruk di laut, kata Marno, setiap tahunnya pasti terjadi, tapi cuacanya tak seekstrim sekarang ini.

“Saya sangat berharap ada kepedulian pemerintah kepada kelompok nelayan kecil seperti saya  yang tidak berani melaut saat cuaca ekstrim, sehingga kami-kami tidak mencari hutangan ke rentenir atau menggadaikan perabotan rumah tangga buat biaya makan,” harapnya. (her)

Tinggalkan Balasan