Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih saat memberikan keterangan pada media menyikapi kebijakan Kemendikbudristek tentang penerimaan mahasiswa baru di PT, Jumat (9/9/2022). DUTA/ist

Menyikapi Kebijakan Kemendikbudristek Terkait Jalur Masuk PTN

SURABAYA | duta.co – Universitas Airlangga (Unair) menyikapi kebijakan merdeka belajar yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) terkait jelur masuk perguruan tinggi negeri (PTN).

Dari tiga jalur penerimaan mahasiswa baru ke PTN, Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih menyikapi dua jalur yakni dengan cara tes dan mandiri. “Karena yang jalur prestasi sudah jelas tidak ada masalah,” ujar Prof Nasih, Jumat (9/9/2022).

Jalur tes yang menjadi fokus Unair itu karena ada banyak isu di luaran, diperbolehkannya lintas jurusan. Artinya siswa yang sebelumnya jurusan IPS di SMA bisa memilih jurusan atau program studi IPA saat kuliah. Karena jalur tes hanya untuk kemampuan skolastik bukan akademik.

Prof Nasih menegaskan hal itu mungkin saja terjadi, tapi di Unair kemungkinannya sangat kecil. Karena Unair benar-benar akan melihat hal lain untuk siswa bisa masuk ke prodi IPA atau saintek.

“Kalau di Unair, tidak mungkin siswa jurusan IPS yang mengikuti tes masuk Fakultas Kedokteran (FK), bisa diterima. Kalaupun nilai tesnya bagus, tapi kami akan mempertimbangkan hal lain. Portofolio nilai siswa, nilai akademik siswa terutama kemampuan mata pelajaran yang harus dimiliki untuk bisa masuk FK, akan kami jadikan pertimbangan penting,” ujar Prof Nasih.

Tidak hanya kedokteran, jurusan atau prodi saintek lainnya, kata Prof Nasih juga akan mempertimbangkan nilai akademik mata pelajaran yang sangat linier dengan jurusan yang diambil di Unair.

“Kalau tidak linier, kami tidak rekom untuk diterima. Apalagi, sampai saat ini penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi negeri masih menjadi wewenang universitas dan rektor,” jelasnya.

Sehingga nilai akademik mata pelajaran di SMA masih diperlukan dan dibutuhkan jika akan memilih jurusan-jurusan yang memang membutuhkan kemampuan tertentu.

“Misalnya saat masuk FK, di awal-awal kuliah, ada mata kuliah biokimia, kalau siswa tidak ada kemampuan biologi dan kimia, mana mungkin bisa mengikuti kuliah itu. Kemungkinan drop out akan besar,” tambahnya.

Karena itu kemungkinan besar, Unair juga akan menerapkan penilaian khusus di tahun pertama kuliah di beberapa jurusan tertentu. “Kalau nilai tidak bisa memenuhi akan kami keluarkan,” tukasnya.

Prof Nasih mengakui bahwa sebenarnya dia masih belum mendengar langsung dari Mendikbudristek tentang lintas jurusan ini. Namun sepertinya kata Prof Nasih kebijakan ini bukan dengan penafsiran orang awam.

“Kalau seperti itu nantinya merdeka belajar tidak akan berjalan dengan baik. Nantinya tiga tahun belajar di SMA akan sia-sia. Saat di SMA milih mata pelajaran yang gampang, lalu saat akan tes ke PTN ikut bimbingan tes supaya bisa diterima jurusan saintek. Begitu diterima, mereka tidak akan bisa mengikuti perkuliahan. Sudah pasti akan DO,” jelas Prof Nasih.

Karenanya, Unair akan tetap memberikan apresiasi dan penghargaan pada sekolab dan siswa yang sudah benar-benar memilih mata pelajaran yang sesuai dengan jurusan yang akan dipilih di PTN.

Jalur Mandiri

Untuk jalur mandiri, Prof Nasih menyebutkan tetap akan menggunakan tes akademik dan skolastik. Karena tes kemampuan akademik dirasa masih dibutuhkan.

Selain itu, Unair akan menggunakan serial-serial tes berdasarkan jurusan atau prodi. Misalnya kalau akan masuk FK, maka tidak akan tes mapel fisika. Kalau mau masuk Farmasi juga tidak perlu tes fisika tapi harus ada tes biologi dan seterusnya. “Selama ini kan semua ada. Jurusan saintek apapun pasti ada biologi, kimia, fisika. Nantinya tidak akan terjadi,” ujarnya.

Prof Nasih menegaskan selama ini Unair juga sudah transparan untuk jalur mandiri. Memang Unair tidak bisa membuka nilai peserta secara terbuka karena ada aturan tidak boleh membuka nilai orang lain kecuali pada yang bersangkutan.

“Kalau ada yang meminta nilainya kita akan berikan. Dan jika ingin membandingkan nilai dengan temannya silahkan. Nanti kalau ada nilai yang lebih rendah diterima di Unair, bisa langsung melaporkan,” jelas Prof Nasih.

Untuk lebih transparan lagi, Unair bersedia menyerahkan nilai tes jalur mandiri ke Kemendikbudristek. “Kalau memungkinkan bisa saja nanti untuk jalur mandiri ini dibarengkan dari semua kampus. Itu tidak masalah. Malah akan lebih transparan lagi,” tandasnya. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry