Peserta lomba lari cepat 60 meter di Porseni tingkat MI se- Lamongan di Stadion Surajaya Lamongan, Selasa (21/12) lalu. Widya Nur Hifayatul Ma'rifah (kaos kuning) tampak finish di depan

LAMONGAN | duta.co – Pekan Olah Raga dan Seni (Porseni) Tingkat MI se-Kabupaten Lamongan yang digelar pada Selasa (21/12) lalu. Keputusan dewan juri untuk memenangkan salah satu peserta lomba dianggap tidak fair.

Dalam cabang olahraga (Cabor) lari cepat 60 meter putri tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Stadion Surajaya Lamongan, Widya Nur Hidayatul Ma’rifah meraih juara 1. Namun keputusan juri, Widya justru digeser menjadi juara 4.

“Seharusnya putri saya jadi juara 1 lomba lari cepat. Keputusan panitia dan dewan juri ternyata berbeda, anak saya justru digeser menjadi juara 4, bilang katanya salah tulis,” ucap Azizah Suryani orang tua Widya, Minggu (26/12).

Ia menjelaskan, pada waktu pertandingan suaminya juga punya bukti valid rekaman video dalam cabang olahraga lomba lari cepat itu, dan dirinya juga yakin jika Widya finish pertama di depan mendahului peserta lari yang lainnya.

“Anak saya Widya juga merasa sudah menang. Dan anehnya, setelah mengetahui hasil keputusan dari dewan juri, ternyata Widya bukan mendapat juara satu namun malah menjadi juara empat. Ada apa ini,” ucapnya.

Dengan adanya kejadian ini, kata dia, pihaknya sekeluarga merasa didzolimi dan sangat dirugikan dalam ajang Porseni ini. Apalagi Widya itu adalah anak yang berbakat dan sering mendapatkan prestasi di tingkat nasional.

“Saya khawatir akan berdampak buruk nantinya dan dapat mempengaruhi mental anak saya pada kejuaraan olahraga selanjutnya, seharusnya dijunjung tinggi dalam memperoleh sebuah prestasi dalam olah raga apapun, bukan malah dicurangi seperti ini,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan, kemarin pihak panitia dan dewan juri juga sudah memanggilnya, namun bukan untuk meralat juara, melainkan hanya menyuruh menghapus postingan di medsos.

“Selain itu juga cuma dikasih solusi kalau juara satu sampai dengan empat nantinya dikasih bimbingan setelah itu diadakan lomba untuk diambil yang terbaik dan yang mewakili ke Provinsi,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak penyelenggara kegiatan, dalam hal ini Kemenag Lamongan, saat dikonfirmasi melalui Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Masduki, ia mengarahkan klarifikasi langsung ke panitia dan jurinya.

“Mohon maaf untuk permasalahan tersebut sebaiknya konfirmasi langsung ke pihak panitia dan dewan juri, supaya lebih valid infonya,” ucapnya singkat. (ard)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry