Pemakaian jas almamater secara serentak pada pengukuhan maba, Sabtu (29/8/2026). DUTA/ist

SURABAYA | duta.co — Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengungkapkan rahasia di balik stabil dan meningkatnya jumlah penerimaan mahasiswa baru dari tahun ke tahun.

Tahun ini, Untag Surabaya mengukuhkan 3.160 mahasiswa baru yang secara resmi menjadi bagian dari sivitas akademika, kampus Merah Putih itu.

Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro, menegaskan bahwa keunggulan pelayanan (service excellence) dan kekompakan seluruh civitas akademika menjadi kunci utama daya tarik perguruan tinggi swasta tersebut.

Di tengah kondisi banyaknya perguruan tinggi swasta yang mengkhawatirkan penurunan jumlah mahasiswa, Untag Surabaya justru konsisten menunjukkan tren positif.

“Rahasianya adalah kita kompak. Semuanya berperan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Kita memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya, karena dari survei yang kami lakukan, pelayanan itu menjadi kebutuhan utama,” ujar Dr. Harjo Seputro di sela-sela kegiatan Pengukuhan Maba dan penutupan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Sabtu (29/8/2026).

Dr. Harjo menambahkan, kepuasan mahasiswa aktif (ongoing) dan para alumni terhadap layanan kampus memicu strategi pemasaran alami berupagetok tular(rekomendasi dari mulut ke mulut) kepada keluarga, tetangga, hingga teman di sekolah asal.

Hadirkan Xaviera Putri dan Melati Wijsen untuk Inspirasi Mahasiswa

Untuk membakar semangat para mahasiswa baru, Untag Surabaya bekerja sama dengan Promag menghadirkan tokoh Gen Z berprestasi, Xaviera Putri, serta perintis gerakan eco campus dan global learning, Melati Wijsen.

Kehadiran para tokoh muda ini ditujukan untuk memberikan edukasi bahwa keberhasilan akademik maupun karier membutuhkan proses panjang dan kerja keras.

“Biar Xaviera menginspirasi adik-adik mahasiswa baru tentang bagaimana perjuangan sampai bisa seperti sekarang. Keberhasilan itu tidak langsungsimsalabimatau seperti sulap, tetapi harus berproses,” tutur Harjo.

Yusrida Muflihah selaku Ketua Pelaksana PKKMB menambahkan, pelaksanaan PKKMB tahun ini mengusung tema”Empowering Global Generation”.

Tema ini mengombinasikan identitas Untag Surabaya sebagai “Kampus Merah Putih” berjiwa patriotisme dengan visi strategi kampus menuju perguruan tinggi bertarafGo Asia.

Wajibkan Organisasi dan Kurangi 8.400 Sampah Plastik

Guna menunjang pembentukan karakter, pihak rektorat mewajibkan mahasiswa baru untuk aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Menurut Dr. Harjo, pendidikan karakter tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan akademik yang berfokus pada keilmuan semata.

Mahasiswa baru Untag Surabaya bangga mengenakan jas almamater warna merah, Sabtu (29/8/2026). DUTA/ist

Untuk memfasilitasi minat mahasiswa, Untag Surabaya menyediakan:28 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), 35 Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Berbagai kelompok riset kemahasiswaan yang dibimbing langsung oleh dosen.

Terkait metode pembelajaran di era digital, Untag Surabaya menerapkan sistem kombinasi (hybrid). Pembelajaran digital dimanfaatkan untuk menjawab tantangan masa depan, sementara metode tradisional menggunakan papan tulis tetap dipertahankan, terutama untuk penguatanbasic scienceseperti matematika.

Selain penguatan kapasitas diri, PKKMB tahun ini juga diwarnai dengan gerakan kepedulian lingkungan melalui kampanyeTumbler Day. Seluruh mahasiswa baru diwajibkan membawa botol minum sendiri, yang terbukti berhasil menekan penggunaan wadah plastik sekali pakai hingga8.400 sampah plastikselama rangkaian acara berlangsung.

Rektor mengimbau seluruh mahasiswa baru untuk memanfaatkan masa studi dengan berpikir kritis, berani mencoba hal baru, serta aktif berorganisasi hingga lulus tepat waktu. ril/lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry