Tampak Personel BMT Bojonegoro saat mengikuti proses penganugeraan NU Jatim Award 2018. (FT/nurihidayatusolihah)

SURABAYA | duta.co – Baitul Mal Wattamwil (BMT) Nahdlatul Ulama Ngasem Bojonegoro, layak menang, juara 1. Itulah keputusan dewan juri pada NU Jatim Award 2018 yang berlangsung Senin (9/7/2018) di PWNU Jatim.

Bicara soal ekonomi, perkembangan aset BMT Bojonegoro mengundang decak kagum dewan juri. Baru mengikuti NU Award tapi prestasinya tak kalah dengan yang lain. Pertumbuhan BMT  Nurul Ummah Ngasem ini menggiringnya bisa menyandang predikat terbaik.

Seperti yang dipaparkan Maria, usaha seperti koperasi simpan pinjam dikemas seperti bank modern. Setiap hari ada anggota yang nabung dan pinjam. Teknisnya sedikit berbeda dari bank. “Kalau di bank nasabahnya datang ke kantor. Kalau kita, petugasnya yang datang langsung ke rumah,” jelasnya kepada duta.co.

Juara 1 ini membuat mereka makin semangat ke depannya. “lebih upgrade di sumberdaya insaninya dulu, kemudian meningkatkan kebermanfaatan BMT untuk sosial masyarakat NU,” terang Maria Puspa selaku asisten direktur sumberdaya insan.

BMT Bojonegoro juga akan menggerakkan program wakaf uang, sehingga dari bagi hasil atau hasil dari wakaf bisa disalurkan melalui program-program sosial. “Selama ini, KSPPS BMT memiliki fasilitas gratis untuk melayani masyarakat seperti ambulance dan inventaris lainnya. Semua kegiatan yang ada di BMT Ngasem sudah gratis total,” terangnya.

BMT ini berdiri pertengahan 2012 dengan hanya bermodalkan 67 juta rupiah. Namun seiring berjalannya waktu, pada pertengahan tahun ini aset yang dimiliki telah mencapai angka Rp 35 miliar, sebuah angka fantastis, apalagi tanpa mengandalkan bantuan bank sekalipun.

Bahkan dengan kepercayaan yang diberikan masyarakat,  BMT ini telah memiliki 15 cabang yang tersebar di wilayah Bojonegoro. “Hal tersebut dilengkapi dengan 90 pengelola operasional harian,” kata Maria. (hid)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.