Eni Rachmawati mampu menerima pesanan menu nasi kuning dan nasi campur untuk pelanggan melalui layanan GrabFood mencapai 400 porsi dalam satu hari. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Kompetisi antara pengusaha warung makanan sangat ketat di Surabaya. Namun, pengusaha makanan Eni Rachmawati mampu memenangkan persaingan dan memajukan usahanya, Nasi Kuning dan Nasi Campur Dinda. Berkat satu bumbu spesial yakni teknologi digital, usaha Eni bertumbuh 70 persen walaupun diterpa pandemi Covid-19.

Eni menjejakkan warungnya di Jalan Pandegiling pada 2013 setelah melihat adanya peluang menjual menu sarapan pagi yang menjadi kegemaran pelanggan.

“Saya melihat bahwa persaingan saat malam hari sudah sangat ketat karena banyaknya penjual makanan, seperti nasi bebek dan pecel ayam, yang membuka warung mereka waktu sore dan seterusnya. Saya jadinya mengatur strategi untuk memulai berjualan jam 4 subuh untuk melayani konsumen yang mencari sarapan pagi,” ujarnya.

Dilihat dari antrian di depan warung Nasi Kuning dan Nasi Campur Dinda, strategi Eni, yang dibantu oleh dua karyawan, tidak meleset. Usaha Eni semakin melejit begitu ia memutuskan untuk membuka warung online di GrabFood pada 2019 untuk melayani pelanggan yang tidak mempunyai waktu untuk datang langsung ke warung.

“Pastinya, saya merasa bingung di awal menjalankan usaha secara online. Memang, saya gaptek yang cuma tahu bagaimana memakai telpon dan chatting di handphone. Tapi saya pantang menyerah untuk belajar cara menggunakan aplikasi GrabFood dan kegigihan saya membuahkan hasil. Ternyata, berjualan melalui aplikasi sangatlah mudah begitu saya memahami caranya,” kata Eni, yang menambahkan bahwa tim GrabFood juga kerap mengajarkannya bagaimana menggunakan aplikasi.

GrabFood dirancang agar mudah digunakan oleh mitra merchant bahkan dari awal pendaftaran. Pengusaha kuliner cukup mengisi formulir GrabFood yang tersedia secara online, melengkapi informasi toko, menyerahkan dokumen-dokumen dasar, dan melakukan verifikasi untuk memvalidasi informasi.

Penjualan Eni pun semakin meningkat dengan hadirnya pelanggan online, hingga ia mencapai titik dimana pemesanan lewat GrabFood mengalahkan yang dari warung. Survei oleh Snapcart di wilayah pasar pertama dan kedua, termasuk Surabaya, menemukan bahwa GrabFood adalah aplikasi pesan-antar makanan yang terbanyak digunakan oleh merchant, dimana mereka juga merasakan pendapatan harian rata-rata tertinggi.

“Omzet saya telah naik 70 persen semenjak saya menjadi mitra merchant GrabFood. Bahkan di saat pandemi, walau ada penurunan order, saya masih bisa menjual hingga 400 porsi makanan. Sebelum pandemi, saya menjual sekitar 500 porsi, jadi perbedaanya tidak terlalu tajam,” lanjut Eni.

Tetangga-tetangga Eni turut mencicipi gurihnya kesuksesan Nasi Kuning dan Nasi Campur Dinda. Untuk menangani derasnya pemesanan, Eni menambah jumlah pekerjanya menjadi 8 dengan merekrut tetangga-tetangganya yang membutuhkan pekerjaan. “Saya juga tidak bisa sesukses ini tanpa jasa para mitra pengemudi yang mengirimkan pesanan dari warung saya dengan baik hingga sampai ke pelanggan. Saya pun ingin menyemangati mereka dengan memberi sepiring hidangan bagi pengemudi yang lapar tanpa meminta bayaran,” ujarnya.

Dengan demikian, usaha Eni membawa dampak positif bagi kesejahteraan komunitas di sekitar, dan pastinya, keluarganya sendiri. Eni menjalankan usaha warung untuk menghidupi sendiri ketujuh anak-anaknya.

“Saya hanya tamatan SMA, namun lewat warung dan usaha online, saya dapat mencukupi sandang, pangan, papan, dan pendidikan anak-anak saya agar masa depan mereka jauh lebih baik dibanding saya,” tutup Eni. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry