Tampak demo kurir J&T dan gudang J&T Kec. Krian. (FT/IST)

SIDOARJO | duta.co – Lebih dari seminggu barang (paketan) ngendon (berhenti) di J&T Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo. Tidak sedikit pelanggan protes, ada apa? Kok bisa J&T membiarkan barang sampai sulit dicari keberadaannya.

“Sejak tadi saya di sini. Perlu tahu, di mana barang paketan yang sudah sejak tanggal 1 berada di J&T Krian. Ternyata sampai detik ini, belum ketemu,” demikian Abasovie, ketika berada di kantor J&T Krian, Selasa (6/6/23) kepada duta.co.

Sama dengan Abasovie, sejumlah orang tampak sibuk mencari barangnya. Bukan cuma soal waktu, atau terlalu lama, sebab barang yang dipaketkan juga tidak murah harganya. “Ini nilainya Rp12 juta. Siapa yang bertanggungjawab kalau hilang. Pun soal keterlambatan, siapa yang bertanggungjawab,” jelas salah seorang di depan kantor J&T Krian.

Setelah melihat langsung ke lokasi, duta.co membaca keluhan kurir J&T Krian melalui media instagram. Menggunakan tagar #adaapadenganJNT #jntjatim#savejnt, akun jntexpress_krian_sda09 memberikan kronologinya.

“Selamat malam Jntfriends kami akan menceritakan kronologi berita yang di perbincangkan di media saat ini,” tulis jntexpress_krian_sda09.

Kami, katanya, berkerja di J&T EXPRESS selama 7 tahun kami ikut mengembangkan expedisi J&T EXPRESS dari awal hanya 1 gerai di setiap kabupaten sampai setiap kecamatan bahkan desa sudah ada gerai J&T EXPRESS.

“Bukan niat kami untuk membuat nama baik perusahaan menjadi tercemar, dari dahulu kita selalu menjunjung tinggi nama besar J&T EXPRESS. Tapi di mana nilai kemanusiaan manajemen J&T kami bekerja dari jam 05:00-19:00 belum lagi kalau kiriman overload kita hanya sebatas loyalitas tidak ada upah lembur,” terangnya.

“Selama ini kami tidak pernah di PHK yang ada dipaksa resign oleh perusahaan. Setelah kami melihat banyak ketidakadilan manajemen J&T kami membuat serikat pekerja di daerah J&T SIDOARJO setelah kami berhasil membuat serikat pekerja banyak intimidasi, kecaman, adu domba dan setelah kontrak PKWT habis kami 80 pekerja di hentikan kerja begitu saja ibarat kata habis manis sepah di buang,” tambahnya.

“Selama kami bekerja kami tidak pernah diikutkan jaminan sosial BPJS TK, kesehatan jika kami kecelakaan di jalan bagaimana siapa yang harus menanggung semua itu? Mekanisme upah berdasarkan kan satuan hasil 1.100/ paket , jam kerja lebih dari 10 jam semua itu tiaada artinya kami di PHK tanpa ada rasa kemanusiaan apa begitu takutnya J&T dengan serikat pekerja yang jujur? Apakah J&T takut akan kebrobokan manajemen didalamnya?,” tulisnya sambil bertanya.

“Saya harap setelah terjadi perselisihan antara pekerja J&T EXPRESS dan manajemen akan ada perbaikan dan pembenahan. Hormat saya perwakilan kurir yang akan selalu menjadi ujung tombak perusahaan terimakasih,” demikian ia mengakhiri cerita.

Sampai berita ini diturunkan, duta.co belum memperoleh konfirmasi dari perwakilan J&T Krian.  Termasuk bagaimana soal keterlambatan atau bahkan kerusakan barang  yang mengakibatkan kerugian bagi pemakai jasa J&T? (mky,loe)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry