H. Achmad Amin.

JOMBANG | duta.co – Setelah bencana alam menyisakan luka, kini Jombang diguncang fenomena sosial yang tak kalah mencemaskan. Kriminalitas anak meningkat, perkelahian geng menjadi tren baru, bahkan pembunuhan dan kekerasan seksual mulai merayap ke ruang-ruang remaja.

Teranyar, sebanyak 183 remaja diamankan aparat dari sebuah vila di kawasan Wonosalam. Mereka tengah berpesta, diiringi musik DJ dan minuman keras. Sebuah pesta liar yang diklaim sebagai “silaturahmi”, namun jelas menggambarkan krisis moral yang tengah menggerogoti anak-anak Kota Santri.

Fenomena ini mendapat respon Ketua Rabithoh Maahid Islamiyah (RMI) PCNU Jombang. H. Achmad Amin (Gus Amin). Ia menegaskan perlunya gerakan pembenahan moral dan akhlaq dari akar rumput.

“Kita tak bisa terus diam. Pembinaan akhlaq harus menyentuh hingga ke lapisan terbawah. Dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan pesantren. Ini tugas bersama,” tegas Gus Amin kepada duta.co saat temui, Senin (28/7/25).

Pengasuh Ponpes Ribath Al Yahya Bahrul Ulum Tambakberas ini menyerukan pentingnya sinergitas antar pemangku kebijakan dalam hal ini Pemkab Jombang untuk membuat terobosan dalam mencegah tragedi-tragedi kemanusiaan seperti ini.

Salah satu usulan konkret yang ia dorong adalah kebijakan jam malam bagi seluruh pelajar, sebagai bentuk perlindungan preventif.

“Kebijakan jam malam bisa menjadi langkah awal yang baik. Bukan untuk membatasi, tapi menjaga. Jika perlu, ini segera digulirkan menjadi Peraturan Daerah,” tambahnya.

Gus Amin juga berharap NU bersama elemen keumatan lain bisa tampil di garda depan, menjadi ‘kapal penyelamat’ moralitas generasi muda di tengah badai zaman. (din)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry