Dahlan Hasan Nasution dan surat pengunduran dirinya. (FT/IST/kumparan)

JAKARTA | duta.co – Kalau kalah saja, semua percaya. Tetapi, siapa sangka, perolehan suara pasangan Jokowi-Kiai Ma’ruf di daerah Mandailing Natal, Sumatera Utara terjun bebas alias ‘nyungsep’ tak tanggung-tanggung. Pasangan nomor urut 01 itu, diprediksi hanya dapat 18,72 persen suara. Sementara pasangan Prabowo-Sandiaga unggul jauh dengan 81,28 persen.

Ini, tentu, membuat Bupati Mandailing Natal (Madina), Dahlan Hasan Nasution, kecut dan tiba-tiba mengundurkan diri tanpa ada isu sebelumnya. Mundurnya politikus NasDem itu mulai diketahui publik setelah foto surat pengunduran dirinya tersebar di media sosial.

Dalam surat bernomor 019.6/1214/TUPIM/2019 dibuat pada 18 April 2019, Dahlan menuliskan mundur karena hasil pemilu yang tidak sesuai harapannya. Diduga karena kekalahan amat telak Jokowi di Pilpres di Mandailing Natal. Namun tak disebut angka kekalahannya tersebut.

“Dengan Hormat, kami maklumkan kepada bapak bahwa pelaksanaan Pemilu 2019 di Mandailing Natal, Sumatera Utara berjalan lancar, aman dan terkendali. Namun hasilnya sangat mengecewakan dan tidak seperti yang diharapkan,” tulisnya.

Wartawan kumparan sempat konfirmasi. Dan, Dahlan membenarkan surat pengunduran yang sudah beredar luas tersebut. Namun, dia menolak menjelaskan alasan pengunduran diri secara lebih detail.

Ia hanya menyatakan pengunduran dirinya tidak akan membuat pembangunan Kabupaten Mandailing Natal terhambat. Dia malah merasa kabupaten tersebut akan makin maju tanpa perannya.

“Manalah menghambat, lantaran sudah yakinnya rakyat apabila tidak saya pimpin, bahwa bisa dilanjutkan mereka,” ujar Dahlan.

Di ujung wawancara dengan kumparan itu, Dahlan juga menyebut saat ini sedang keadaan kurang sehat. “Saya sedang kurang enak badan, nanti saya lanjutkan ya,” ujar Dahlan diringi batuk yang tak berkesudahan, sebelum mengakhiri telepon.

Berikut Surat yang beredar di WhatsApp itu ditandatangani Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution, tertanggal 18 April 2019:

Dengan Hormat, kami maklumkan kepada bapak bahwa pelaksanaan Pemilu 2019 di Mandailing Natal, Sumatera Utara berjalan lancar, aman dan terkendali. Namun hasilnya sangat mengecewakan dan tidak seperti yang diharapkan.

Perlu kiranya kami sampaikan kepada Bapak dalam 3 (tiga) tahun terakhir pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal cukup signifikan antara lain Pelabuhan Palimbangan, Pembangunan Rumah Sakit, lanjutan pembangunan Jalan Lintas Pantai Barat, Rencana Pembangunan Bandar Udara Bukit Malintang, Rencana Pembangunan kembali Pasar Baru Penyabungan setelah terbakar pada Syawal yang lalu dan lain-lain.

Sejalan dengan uraian di atas dan mengingat pencerahan sudah cukup kami berikan kepada semua lapisan baik bersama beberapa putera daerah disertai ulama yang berdomisili di Jakarta/Medan, namun belum berhasil memperbaiki pola pikir masyarakat dalam mendukung berbagai pembangunan.

Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden dan sebagai ungkapan rasa Tanggung Jawab atas ketidaknyamanan ini, dengan segala kerendahan hati izikan kami menyampaikan permohonan untuk berhenti sebagai Bupati Mandailing Natal.

Perlu kiranya kami tambahkan walaupun kami nantinya tidak menjabat lagi sebagai Bupati, namun kami tetap setia kepada Bapak dan kami berjanji siap membantu bapak sepenuhnya mana kala diperlukan.

Demikian kami sampaikan atas perhatian bapak diucapkan terima kasih. Kami mendoakan kiranya Allah SWT selalu melindungi Bapak dan memberikan kekuatan, sehingga mampu mempersembahkan kemajuan untuk Republik Indonesia. Amin. (kmp,net)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.