Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla. (FT/FORBES.COM)
JAKARTA | duta.co – Wakil Presiden M. Jusuf Kalla sering melontarkan kritik pedas terhadap Presiden Joko Widodo di media massa. Kritik tajam JK ini membuat citra Jokowi yang juga capres petahana negatif di mata masyarakat, padahal Jokowi disebut-sebut sudah berusaha keras momoles dirinya dengan pencitraan yang bahkan dinilai berlebihan. Sebaliknya JK juga sering membela capres Prabowo Subianto, seperti dalam masalah lahan di Kalimantan yang dijadikan oleh Jokowi alat untuk menyerang mantan Danjen Kopassus itu. Juga dalam isu kebocoran APBN.
JK sering melontarkan kritik terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo, seperti biaya pembangunan proyek LRT Jabodebek yang menghabiskan dana Rp 500 miliar per kilometer. Ini kata JK terlalu mahal.
Ada apa dengan JK? Mengapa JK yang kini menjadi Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf itu justru sering mengkritik kinerja Jokowi? Apa JK cari aman? Apa Wapres sudah membaca gelagat Jokowi memang tidak akan menang di Pilpres 2019 alias tidak layak dua periode? Banyak anggota masyarakat menilai semacam itu.
Namun Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengaku enggan berkomentar mengenai anggapan publik soal JK tersebut.
“Saya nggak mungkinlah melihatnya (berkomentar) sampai ke dalam situ,” katanya usai diskusi bertajuk ‘Pemuda dan Ketenagakerjaan’ di Media Center Prabowo-Sandi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019).
Rahayu hanya memastikan bahwa hubungan antara Prabowo dengan JK sejauh ini baik-baik saja. Sekalipun pada dasarnya pilihan politik kedua tokoh itu berbeda.
“Dari dulu selalu baik-baik saja kok. Kalaupun ada perbedaan pandangan soal kebijakan, ya namanya juga politik. Tapi sebenarnya hubungannya baik-baik saja,” katanya.
Mengenai kritik JK ke pemerintah, keponakan Prabowo ini mengaku tidak melihat ada hubungan kedekatan JK dan Prabowo di balik hal tersebut.
“Apakah kritikan itu ada hubungannya dengan hubungan mereka ya saya nggak tahu juga, dan saya rasa Pak JK hanya menyampaikan apa yang menjadi pandangan beliau,” ujarnya.
Meski demikian, Saraswati menilai data yang disampaikan JK untuk mengkritik pembangunan infrastruktur Jokowi sama dengan data yang dimiliki BPN Prabowo-Sandi.
“Jadi kita sama-sama melihat kenyataan di Indonesia. Kalau misalkan Pak JK menyampaikan apa yang menjadi pendapat pribadi ya kita menghormati apa yang menjadi hak beliau sebagai pemimpin bangsa,” pungkasnya.
Kalangan pengamat politik menilai JK sudah paham dengan karakter kepemimpinan Joko Widodo yang terlampau banyak keliru dalam mengambil kebijakan. Atas alasan itu, JK kerap mengkritisi kebijakan yang diambil pemerintahannya sendiri. Begitu kata pemerhati politik Andrianto seperti dikutip dari RMOL, Kamis (28/2).
“Saya rasa JK sedang mainkan politik dua muka,” katanya. Karena perannya (JK sebagai Wapres) pun sangat minimalis (di era Jokowi). Jadi wajar manuver demi manuver yang ditunjukkan Wakil Presiden Jusuf Kalla selama Pilpres 2019 dianggap sebagai bentuk cari aman. Pasalnya, JK yang kini menjadi Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf sering mengkritik kinerja Jokowi.
“JK kritis dan berharap ada perubahan di sosok Prabowo,” tegas presidium Persatuan Pergerakan ini.
Menurutnya, belakangan JK mulai menunjukkan kesan membela calon presiden Prabowo Subianto yang menjadi rival Jokowi. Salah satunya, dalam isu kebocoran APBN. JK bahkan secara vulgar membela dalam isu lahan hak guna usaha (HGU) yang dikuasai Prabowo.
Aktivis ’98 itu yakin JK ingin mewakili keinginan masyarakat luas untuk mewujudkan perubahan di negeri ini. “Dengan kata lain, JK berharap Prabowo-lah yang layak sebagai presiden baru,” pungkasnya. (rmol/wis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.