JERMAN | duta.co – Siang kemarin, Sabtu, (7/11/20), senandung sholawat bergema di langit Jerman. “Lockdown” parsial yang diterapkan Pemerintah Republik Federal Jerman tidak menghalangi Nahdliyin Jerman untuk memperingati sekaligus merenungi momen kelahiran Nabi besar Muhammad SAW.

Pada hari Sabtu (7/11/2020) bertepatan dengan 21 Rabi’ul Awwal 1442 H, acara bertajuk “Jerman Bersholawat” menghimpun jamaah dari seantero Jerman secara virtual.

Acara dimulai dengan pembacaan “Maulid Simtuddurar” dari rekan-rekan pengurus PCINU Jerman dilanjutkan dengan Qasidah Mahalul Qiyam dengan iringan rebana dari tim hadroh Pondok Pesantren Al-Islah (Kebagusan, Ampelgading, Pemalang).

Seremonial peringatan maulid dilanjutkan dengan sambutan dari Rais Syuriah PCINU Jerman, KH Syaeful Fatah, dilanjutkan dengan sambutan dari masing-masing Duta Besar RI untuk Jerman (Pak Arif Havas Oegroseno) dan Konsul Jenderal RI di Frankfurt (Pak Acep Somantri).

Pak Havas, begitu beliau akrab disapa, memberikan selamat atas terselenggaranya peringatan maulid, meskipun di tengah masa pandemi. Selain itu, beliau mengingatkan agar warga Nahdliyin di Jerman turut peduli sesuai kapasitasnya dengan pengembangan teknologi yang berkaitan dengan recovery keadaan dan situasi ekonomi serta kesehatan masyarakat pasca pandemi.

Di sisi lain, Pak Acep meminta agar acara ini juga sekaligus menjadi momentum bagi PCINU Jerman untuk aktif melaksanakan program-programnya, utamanya yang berkaitan dengan penyebaran dakwah Islamiyyah di Jerman dan pendirian NU Center di Jerman yang diharapkan bisa menjadi lokomotif dakwah umat Islam Indonesia secara umum.

Acara dilanjutkan dengan Mauidhoh Hasanah dari KH Bahauddin Ahsan, pengasuh PP Al-Islah, Pemalang. Gus Baha‘ menguraikan beberapa “kejadian luar biasa“ yang mengiringi kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kejadian-kejadian ini, pungkasnya, adalah bukti bagaimana Allah SWT menempatkan kekasih-Nya dalam posisi yang begitu mulia. Ini menjadi dasar bagi umat Islam untuk memberikan penghormatan yang patut sekaligus meneladani akhlak mulia dari baginda Rasul SAW.

Puluhan orang berpartisipasi dalam acara ini, termasuk perwakilan dari Pengurus Cabang Istimewa Muhammadiyah Jerman Raya, FORKOM (Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Indonesia Se-Jerman), Pengajian kota-kota (Hannover, Stuttgart, Bremen, Leipzig, Frankfurt, dll), dan Paguyuban Pasundan Jerman.

Mengingat acara serupa pernah diadakan tahun lalu di Berlin yang juga dihadiri langsung oleh Pak Arif Havas untuk dan dengan izin Allah akan selalu diadakan setiap tahunnya, tidak berlebihan jika peringatan maulud ini dijadikan penanda bahwa “Jerman (Telah, Sedang dan akan Terus) Bersholawat”. (PCINU JERMAN)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry