Oleh: Dr dr Winawati EP, SpDV – Dosen Fakultas Kedokteran (FK)

SEJAK pandemi Covid19 ini, kebutuhan masker meningkat. Hal ini terkait dengan penerapan 3M untuk memutus rantai penularan.

Namun permasalahan lain, banyak masyarakat yang mengalami gangguan kulit wajab akibat masker. Salah satunya adalah timbulnya jerawat. Kasus jerawat akibat masker atau yang lebih dikenal di kalangan dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (SpKK) dengan Maskne, menjadi alasan berobat akhir-akhir ini.

Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa

Penggunaan masker yang lama tanpa disertai penggantian masker dan tanpa mencuci wajah menambah risiko muncul komedo dan jerawat pada area tertutup masker.

Bila tidak segera diatasi, akan menimbulkan penurunan kepercayaan diri seseorang dan melakukan berbagai upaya untuk mengobati masalah ini. Namun demikian terkadang masalah ini menjadi bertambah berat bila kita tidak mengetahui penyebab awal Maskne ini.

Jerawat merupakan kelainan unit pilosebasea yang disebabkan beberapa hal meliputi hiperproliferasi epidermal folikular, peningkatan produksi sebum, inflamasi dan peningkatan aktivitas Propionibacterium acnes.

Manifestasi klinis jerawat dapat berupa komedo, papul, pustul, nodul di daerah wajah, dada dan punggung. Jerawat sendiri dapat dimulai saat bayi namun puncaknya pada usia dewasa muda.

Tatalaksana jerawat dapat dilakukan dengan mengatasi penyebab di atas yaitu memperbaiki keratinisasi folikular, menurunkan produksi sebum, menurunkan atau mencegah inflamasi dan menurunkan aktivitas Propionibacterium acnes.

Hal tersebut dapat diatasi dengan perawatan harian wajah untuk kulit berjerawat terkait masker. Pertama, masker yang digunakan sebaiknya yang menyerap keringat dan terbuat dari bahan yang halus.

Kedua, masker sebaiknya digunakan maksimal selama empat jam, bila lebih dari itu masker wajib diganti dengan masker baru dan mencuci wajah terlebih dahulu sebelum menggunakan masker baru. Ketiga, jangan gunakan make up atau kosmetik yang bersifat komedogenik meliputi bedak padat, masker wajah, ataupun tabir surya.

Hal ini akan menyebabkan kotoran atau sisa kosmetik menumpuk di pori-pori dan menyumbat unit pilosebasea tersebut. Keempat, cuci wajah minimal dua kali sehari terutama untuk kulit yang berminyak dan/atau berjerawat.

Kelima, gunakan obat minum dan topikal secara teratur sesuai yang diresepkan dokter Sp.KK. Terakhir, hindari makan makanan pedas dan dairy product seperti susu, keju dan coklat. Keteraturan merawat kulit yang tertutup masker sangat diperlukan untuk mengurangi kejadian Maskne ini. *

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry