BILATERAL: Pertemuan PM Jepang Shinzo Abe dan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Minggu (15/1) kemarin. (IST)

BOGOR | Duta.co – Indonesia tengah fokus dalam upaya mencapai swasembada pangan. Salah satunya dilakukan dengan meningkatkan keandalan irigasi dan ketersediaan bendungan yang memadai agar ketersediaan air untuk menunjang pertanian bisa terjamin.

Di sisi lain, pemerintah RI lewat Kementerian Kelautan dan Perikanan juga tengah giat memperbaiki iklim ekonomi di wilayah pesisir seperti pertanian garam dan budidaya perikanan.

Melihat keseriusan Pemerintah Indonesia tersebut, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengaku siap memberikan dukungan pembiayaan untuk berbagai proyek irigasi hingga konservasi pantai dengan nilai mencapai Rp 8,6 triliun.

“Dalam rangka berkontribusi dalam pembangunan daerah di Indonesia, Jepang memutuskan akan menciptakan kesempatan bisnis dengan nilai total sekitar 74 miliar yen (Rp 8,6 T pada kurs Rp 116/yen) untuk bidang irigasi dan konservasi pantai,” ujar Abe di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/1).

Menurut Abe, gaya kepemimpinan Jokowi untuk meningkatkan kesejahteraan Indonesia lewat giatnya pembangunan infrastruktur dalam negeri, sudah tepat. Ia pun menyampaikan, akan memberi dukungan penuh kepemimpinan Jokowi di Indonesia dalam bentuk kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan antardua negara.

“Diperlukan mutlak kepemimpinan Indonesia dan saya bertekad secara kuat mendukung Presiden Jokowi. Dalam kunjungan kali ini saya meyakini kemitraan strategis diperkokoh. Untuk ke depannya saya bertekad mendorong kerja sama Indonesia dan Jepang mengatasi tantangannya,” tandas Abe.

2016, Inves Jepang Rp59,8 T

Sementara itu, Presiden Jokowi mengatakan, dia dan PM Jepang Shinzo Abe membahas soal kerja sama yang menguntungkan bagi kedua negara. “Senang dapat bertemu kembali di awal tahun 2017 ini. Ini adalah kunjungan pemimpin negara pertama ke Indonesia, di tahun ini. Dalam kurun kurang dari dua tahun, saya dan Yang Mulia PM Abe telah enam kali bertemu. Hal ini menunjukkan pentingnya hubungan Indonesia dan Jepang,” kata Jokowi usai berbincang dengan Abe di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (15/1).

Jokowi mengatakan, dalam pertemuan kali ini, kedua negara sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama di bidang politik, ekonomi, maritim, dan sosial budaya. Upaya peningkatan kerja sama tersebut disertai prinsip saling menguntungkan.

“Beberapa hal yang saya bahas dengan PM Abe pada hari ini antara lain, kesepakatan agar kerja sama dalam konteks two plus two (2+2) Menlu dan Menhan kedua negara akan dilakukan tahun ini di Indonesia. Pertama, Indonesia meminta kiranya Jepang dapat membuka akses produk pertanian dan perikanan Indonesia,” ujar Jokowi.

Kedua, Indonesia meminta Jepang menyelesaikan review perjanjian penghindaran pajak berganda. Ketiga, meningkatkan akses dan kapasitas keperawatan Indonesia untuk memenuhi pasar di Jepang. Dan keempat, dimulainya general review Indonesia Jelang economi partnership agreement pada tahun ini.

“Berikutnya juga Indonesia meminta Jepang mempertimbangkan rencana peningkatan konektivitas udara dengan pembukaan jalur penerbangan Garuda Indonesia rute Jakarta-Los Angeles via Tokyo,” kata Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menambahkan, kedua negara juga sepakat meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi termasuk rencana pembangunan pelabuhan Patimban. Selain itu, keduanya membahas kerja sama pengembangan Blok Masela.

“Yang ketiga diskusi awal mengenai jalur kereta jalur kereta api Jakarta- Surabaya dan juga pembahasan rencana kerja sama pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu di pulau-pulau terdepan Indonesia,” tuturnya.

“Dan kita juga ingin mendorong agar Jepang dapat melakukan peningkatan kerja sama maritim dengan negara-negara IORA (Indian Ocean Rim Association) di mana Indonesia menjadi ketua IORA saat ini,” tambah Jokowi.

Di tengah belum membaiknya ekonomi global, lanjut Jokowi, tercatat peningkatan investasi Jepang sangat signifikan di Indonesia. Dari Januari hingga September 2016, investasi Jepang telah mencapai angka USD 4,498 miliar (Rp 59,8 triliun pada kurs Rp 13.300). “Dan angka ini meningkat hampir dua kali lipat daripada tahun 2015,” sambungnya.

Di tahun 2017, Indonesia-Jepang akan merayakan 60 tahun hubungan diplomatik. Dalam perayaan ini, kedua negara sepakat mengusung tema ‘teknologi moderen’.

Senang Sambutan Jokowi

Abe sebelumnya mengaku sangat senang dengan sambutan Presiden Jokowi. Kedatangan Abe bersama istrinya, Akie Abe, disambut Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/1).

Begitu memasuki gerbang Istana Kepresidenan Bogor, Abe langsung disambut pasukan berkuda, parade pasukan berpakaian adat seluruh provinsi Indonesia dan marching band. Tak hanya itu, ratusan anak-anak berpakaian adat berdiri di pinggir jalan Kompleks Istana Bogor sambil melambaikan bendera Indonesia dan Jepang.

“Kami merasa terhormat atas sambutan Presiden Jokowi yang sangat indah. Dan sebagai kepala negara yang pertama untuk kami. Waktu saya mengunjungi Istana ini, saya disambut anak-anak kecil Indonesia dan di lingkungan Istana ini, saya disambut oleh rusa-rusa,” kata Abe di Istana Bogor.

Abe juga mengatakan, ini merupakan pertemuan keenam antara dia dengan Jokowi. Dia ingin bertukar pendapat dengan Jokowi demi kemajuan dan keuntungan kedua negara.

“Pertemuan kali ini adalah pertemuan saya keenam bersama Presiden Jokowi. Saya ingin bersama Presiden Jokowi ke dalam kerja sama di berbagai bidang, juga ingin bertukar pendapat mengenai berbagai tantangan untuk mendorong kerja sama antara kedua negara,” kata Abe. ful, dit, mer, viv, kcm

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan