SURABAYA | duta.co – Menjelang gelaran Pilkada serentak pada 2018 mendatang, secara mendadak Kapolda Jatim mengumpulkan 400-an masyarakat dunia maya (netizen) se-Jatim.  Para netizen yang berasal dari 39 Polres/Polresta ini dikumpulkan di Hotel Whydham Surabaya, Rabu (15/11/2017).

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin aat membuka acara mengatakan, dengan mengumpulkan para netizen maka kejahatan cyber di Jatim dapat diantisipasi. Terlebih jelang gelaran Pilkada, maka kejahatan cyber akan meningkat.

“Sebentar lagi Pilkada serentak, biasanya ramai jualan kambing hitam.  Kita sebagai aparat harus menghadapi dengan jujur,  yang salah tetap kita proses.  Siapapun.  Makanya kami mengumpulkan para netizen inj,gar menggunakan hati manfaatkan cyber, jangan sampai yang ujung-ujungnya jadi narapidana, ” kata Kapolda.  Namun tidak disebutkan secara gamblang berapa banyak kejahatan cyber di Jatim.

Kapolda hanya menyebutkan 2 kasus cyber crime di Jatim yaitu di Madura dan Pasuruan,  yang ternyata dilakukan oleh oknum santri di salah satu pondok pesantren.

“Ini sudah kita bentuk cyber troop,  nantinya di seluruh jajaran Polres Polresta harus ada.  Dengan cyber troop ini akan tahu mana yang benar atau tidak benar.  Yang ga bener misalnya di pesantren di Madura,  kita kejar-kejar.  Juga di Pasuruan juga pondok pesantren, ” imbuhnya.

Dalam acara yang diikuti oleh ratusan netizen dari 39 Kabupaten/Kota se Jawa Timur ini, Kapolda  juga mengundang Kasubag Humas Polres se Jatim dan operator jajaran Humas Polda Jatim untuk bertatap muka dengan netizen.

Menurut Kapolda , kegiatan yang sudah digagas cukup lama ini,  dilaksanakan sebagai pendukung opini positif Polda Jatim.  “Dengan merangkul nitizen diharapkan juga bisa menciptakan situasi kamtibmas sekaligus Jawa Timur tetap kondusif. Paling tidak Nitizen Jawa Timur bisa menciptakan situasi Jawa Timur kondusif,” harap Kapolda. sna

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan