PERUBAHAN: Neng Min saat didaulat memberikan orasi politik Halaqoh Kiai dan Tokoh Masyarakat serta Parpol' di Ponpes Darul Ihsan Kecamatan Menganti, kemarin. (FT/muchshopi)

GRESIK | duta.co – Mayoritas Kyai dan Ulama mulai dari kampung hingga yang memangku Pondok Pesantren di Kabupaten Gresik, mengusulkan dan bertekad memenangkan bakal pasngan calon (bapaslon) Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) – Aminatun Habibah (Neng Min) atau NIAT dalam Pilkada Gresik 2020. Sebab, pasangan NIAT dinilai baik dengan semangat memujudkan perubahan untuk Gresik baru.

“Saya memutuskan memilih Gus Yani dan Neng Min sebagai pasangan calon di Pilkada Gresik. Ini sesuai dengan yang diusulkan dan menjadi aspirasi mayoritas kiai meski ada perbedaan dalam cara pandang politik. Seng apik dimeloki’ (yang baik diikuti-red),” ungkap KH Mahfudz Ma;shum, kiai sepuh pemangku Pondok Pesantren (PP) Ihya’ul Ulum saat memberikan tausiyah politik dalam ‘Halaqoh Kiai dan Tokoh Masyarakat serta Parpol’ di Ponpes Darul Ihsan Kecamatan Menganti, Minggu (12/07) kemarin.

Dalam halaqoh yang dihadiri Instruktur Nasional PKPNU PBNU KH. Adenan Anwar, ketua partai politik (parpol) pengusung NIAT yakni Ketua DPD PAN Gresik, Khamsun, Ketua DPC PPP Gresik, H. A Nadir, Ketua DPC Partai Demokrat Gresik, Edi Santoso, Ketua DPD Partai Nasdem Gresik, Syaiful Anwar, dan Ketua DPC PDIP Gresik, Mudjid Ridwan tersebut, Kiai Mahfud menyerukan seluruh nahdiyyin untuk mememangkan paslon NIAT.

“Saya menyerukan kepada semua nadhliyin, baik laki-laki dan perempuan sampai ke desa hingga tingkat RW dan RT agar memilih Gus Yani- Neng Min dalam Pilkada Gresik nanti,” tegas Rois Syuriah PCNU Gresik ini.

6 Parpol Koalisi Pendukung NIAT

Sementara itu, Ketua DPD PAN Gresik, Khamsun yang ditunnjuk mewakili parpol koalisi pengusung NIAT menegaskan, ada 6 parpol koalisi yang mengusung pasangan NIAT. Bahkan, dukungan bakal paslon semakin kuat dengan tambahan Partai Golkar.

“Kalau ditotal, maka ada 29 kursi di DPRD Gresik yang mendukung Gus Yani dan Neng Min,” ungkap dia.

Sedangkan Neng Min saat didaulat memberikan orasi politik menambahkan, ada kontrak politik yang ditandatangani  saat setuju maju sebagai pasangan Cabup-Cawabup dalam Pilkada  Gresik 2020. Yakni, kontrak politik membawa perubahan dalam pemberdayaan wanita dan ekonomi kerakyatan.

“Kalau Allah SWT mengizinkan maka saya merupakan perempuan pertama yang menjadi eksekutif di Pemerintah Kabupaten Gresik dan siap Bersama-sama melakukan perubahan untuk Gresik baru,”pungkas dia. (pii)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry