MONUMEN : Mensos Khofifah Indar Parawansa usai meresmikan Monumen Mayjen (Purn) Moestopo di Halaman Kantor Kecamatan Ngadiluwih. Duta/Nanang Priyo

KEDIRI | duta.co – Menjelang pencalonan dirinya maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur, Menteri Sosial RI, Hj. Khofifah Indar Parawansa terus melakukan kunjungan ke sejumlah daerah termasuk di Kabupaten Kediri. Usai memastikan Program Keluarga Harapan (PKH) digagas pemerintah pusat berjalan baik, rangkaian kunjungan berakhir dengan meresmikan Monumen Pahlawan Nasional, Mayjen (Purn) TNI Profesor Doktor dr. Moestopo di Halaman Kantor Kecamatan Ngadiluwih.

Kehadiran Mensos yang juga Ketua Umum Muslimat NU merupakan rangkaian menyusun visi dan misi dirinya dalam Pilkada Serentak pada Juni 2018 berpasangan dengan Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak. Didukung tim inti dan para pakar, ada beberapa poin akan menjadikan prioritas sebagai bekal bila terpilih sebagai Gubernur Jawa Timur. “Masalah lingkungan hidup, perekonomian, kesejahteraan, kesehatan masyarakat dan sektor pariwisata,” jelasnya, dihadapan wartawan usai meresmikan monumen.

Dijelaskan Khofifah, bahwa perumusan visi misi tersebut akan memasuki babak final dan tentunya akan terintegritas dengan progam nasional. “Ada beberapa fokus poin di dalam visi misi akan memasuki babak final, dengan strategi ini diharapkan bisa mengurangi angka pengangguran di Jawa Timur. Sejumlah program ini terintregasi program nasional, semisal layanan kesehatan mengacu Kartu Indonesia Sehat, kemudian pendidikan vokasi dan terakhir peningkatan devisa negara melalui sektor pariwisata,” ungkap Khofifah

Meski demikian, visi misi dirinya bersama Bupati Trenggalek ini, tetap akan diuji tashih atau diuji kesahihannya terlebih dahulu. Baik melalui mekanisme tertutup maupun terbuka dengan mencocokkan kondisi riil masyarakat di berbagai daerah di Jatim. Mensos Khofifah pun mengaku terinspirasi dengan dr. Moestopo, sosok pahlawan nasional dari Kediri, memiliki andil besar saat Perang 10 Nopember di Surabaya dan Pertempuran Bandung Lautan Api.

“Meski seorang dokter gigi, namun perjuangan beliau meraih kemerdekaan patut diberikanb penghargaan yang luar biasa dan ini beliau adalah putra kelahiran Kediri,” jelas Mensos dalam sambutan jelang peresmian. Selain meresmikan monumen, dalam kunjungannya juga menyampaikan bantuan sosial kepada warga kurang mampu serta meninjau lokasi bakti sosial pemeriksaan gigi gratis dilakukan Yayasan Moestopo.

Atas nama pemerintah daerah, Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno menyampaikan terima kasih atas diberikannya gelar pahlawan nasional kepada putra kelahiran Kediri. “Kami akan berusaha melanjutkan perjuangan para pahlawan yang rela berkorban demi kemerdekaan. Semoga monumen ini, mampu memberikan inspirasi kepada warga di Kabupaten Kediri,” ungkap Bupati Kediri dalam kata sambutan. nng

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.