
KEDIRI | duta.co – Partai Golkar Kota Kediri akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XI pada 26 September 2025. Persiapan sudah beres, panitia SC dan OC standby, tinggal nunggu hari H. Konsep acaranya? Sederhana saja, yang penting jalan dan kondusif, apalagi setelah Kota Kediri sempat gaduh karena kerusuhan akhir Agustus lalu.
Ketua Golkar Kota Kediri, Sudjono Teguh Wijaya, memastikan pendaftaran bakal calon ketua dibuka pekan depan, tepatnya Rabu-Kamis. Aturan mainnya juga jelas: siapa pun yang ingin maju wajib punya dukungan minimal sepertiga suara. Dari 9 suara, artinya minimal harus mengantongi 3.
“Insyaallah pendaftaran akan kita laksanakan hari Rabu dan Kamis terakhir dengan syarat mendapatkan minimal sepertiga dari suara anggota,” kata Sudjono, usai mendampingi Ketua DPRD Kota Kediri dalam kunjungan Menteri PU Dody Hanggodo di kantor DPRD Kota Kediri, baru- baru ini.
Yang bikin penasaran, sampai sekarang belum ada yang terang-terangan deklarasi maju. Sudjono sendiri masih kalem, pasrah pada arahan pimpinan partai. Sudjono dianggap kandidat kuat dan banyak kader yang solid mendukungnya untuk kembali memimpin DPD Golkar Kota Kediri.
Meski begitu, partai belum menutup ruang bagi calon lain yang ingin mencalonkan diri sebagai calon ketua umum partai berlambang pohon beringin tersebut.
“Belum ada tanda-tanda, tidak tahu nanti kalau ada teman-teman mau regenerasi. Kalau saya, menurut saja dari pimpinan partai,” ujarnya.
Nah, syarat lain untuk maju sebagai ketua lumayan ketat. Minimal lima tahun jadi anggota partai, punya KTA dan KTP, serta wajib mengantongi dukungan 30 persen dari total suara Musda. Kalau belum lima tahun? Masih bisa, asal bawa rekomendasi dari Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia.
“Ya rekomendasi dari Ketum Pak Bahlil, untuk menjadi ketua partai di daerah,” tambah Sudjono.
Selama memimpin, Sudjono bisa dibilang cukup moncer. Di bawah komandonya, Golkar Kota Kediri berhasil menambah kursi DPRD dari dua jadi lima di Pileg 2024. Bahkan, salah satu kadernya, Vinanda Prameswati, sukses merebut kursi Wali Kota Kediri periode 2025-2030 dengan perolehan 56,83 persen suara.
Namun, jika ia kembali didaulat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Kediri, Sudjono sudah menyiapkan target lebih tinggi. Dari lima kursi DPRD yang kini dimiliki, ia berambisi menambah dua kursi lagi pada pemilu mendatang. Peluang itu dinilainya terbuka lebar, terutama jika daerah pemilihan (dapil) di Kota Kediri resmi bertambah dari tiga menjadi empat.
“Iya, ingin mengembalikan kejayaan Golkar seperti era kepemimpinan Presiden Soeharto dulu,” pungkasnya.(bud)








































