
TUBAN | duta.co – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menyiapkan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Jatim di Pondok Pesantren Sunan Bejagung 2, Semanding, Tuban, 11-12 April 2026, yang antara lain menyiapkan usulan materi untuk Muktamar Ke-35 NU pada tahun ini.
“Selain persiapan materi yang dilakukan Tim Materi PWNU Jatim, kami juga melakukan beberapa kali rapat dengan panitia lokal bersama panitia wilayah untuk mematangkan persiapan pelaksanaan Muskerwil PWNU Jatim,” kata Ketua Panitia Muskerwil PWNU Jatim, KH Mustain, saat memimpin rapat gabungan di Tuban, Rabu.
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara panitia lokal dan panitia wilayah agar pelaksanaan Muskerwil berjalan lancar sesuai rencana. “Koordinasi harus terus diperkuat, karena ini agenda strategis PWNU Jawa Timur untuk merumuskan program kerja untuk penguatan NU kedepan. Semua tugas dan tanggung jawab harus terpenuhi,” ujarnya.
Selain dirinya, rapat gabungan juga diikuti jajaran PWNU Jawa Timur, diantaranya KH Faqih, Prof Masykuri Bakri, Prof Hadardi, H Taufiq Mukti, dan panitia teknis lainnya, untuk memastikan kesiapan tempat, konsumsi, akomodasi peserta, hingga pengamanan dan kelancaran acara, yang seluruhnya terpenuhi dengan baik.
Sementara itu, materi yang disiapkan Tim PWNU Jatim antara lain keberadaan Aswaja Center untuk benteng akidah dalam “perang ideologi”, modul pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai Aswaja dan program pendidikan unggulan, pengembangan jaringan kader kesehatan dan kesehatan untuk dakwah, optimalisasi wakaf aset dan wakaf uang, dan sebagainya.
Selain itu, Majelis Alumni IPNU dan IPPNU Jatim juga menyiapkan sumbang saran untuk menyukseskan Muskerwil PWNU Jatim dan Muktamar Ke-35 NU melalui Halalbihalal dan Bincang Santai Terkait Muktamar NU dalam Temu Alumni di Ballroom Pesantren Digipreneur Al Yasmin Surabaya (9/4).
“Selain seremonial Syawalan, kami juga mengadakan Bincang Santai Terkait Muktamar NU yang dipandu rekan Dr Mufarrihul Hazin dengan narasumber Maksum Zuber (alumni/mantan Sekjen PP IPNU), Dr KHA Hamid Wahid (alumni Ketua IPNU Jatim/Bupati Bondowoso/Ketua Majelis Alumni IPNU Jatim), dan satu lagi narasumber dari alumni IPPNU Jatim. Intinya NU kedepan harus lebih mengedepankan jam’iyah daripada person” kata inisiator Halalbihalal Alumni IPNU-IPPNU Jatim, Abdul Kholiq. (*/pwnu)





































