JOMBANG | duta.co — Jelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Kabupaten Jombang terus mematangkan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan para muktamirin dan muhibbin dari berbagai daerah.

Salah satunya melalui peluncuran program “99 Masjid Ramah Muktamirin, Ramah Muhibbin” yang digagas Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jombang bersama Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Jombang dan bekerja sama dengan PCNU Jombang.

Launching program tersebut digelar Minggu (23/8), di Masjid Agung Jombang yang di hadiri oleh Bupati Jombang Warsubi, Kapolres Jombang, beberapa hari menjelang Muktamar NU ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Ketua DMI Jombang, H. Didin Ahmad Sholahudin, S.E., mengatakan program tersebut merupakan bentuk ikhtiar masyarakat Jombang dalam menyambut para tamu Muktamar. Sebanyak 99 masjid disiapkan sebagai tempat singgah, beristirahat, hingga sebagian menjadi tempat menginap.

“Ini kami niatkan untuk menyambut para muktamirin dan muhibbin yang datang ke Kabupaten Jombang. Kami ingin kebahagiaan yang kami rasakan sebagai tuan rumah juga dirasakan oleh para tamu yang hadir,” kata H. Didin Ahmad Sholahudin di sela-sela launching, Minggu (23/8).

Sebanyak 99 masjid tersebut dipetakan di berbagai wilayah Kabupaten Jombang. Persebarannya tidak berdasarkan kuota masing-masing kecamatan, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Pemetaan dilakukan dengan membagi wilayah Jombang menjadi kawasan tengah, utara, selatan, timur dan barat. Setiap masjid yang diajukan terlebih dahulu diinformasikan dan diverifikasi untuk memastikan kesiapan fasilitasnya.

“Tidak ada ketentuan satu kecamatan harus berapa masjid. Kami sesuaikan dengan kebutuhan. Setelah itu kami cek lokasinya. Kalau sarana dan prasarananya tidak memenuhi syarat, pengajuannya tidak kami penuhi,” jelas Gus Didin.

Tidak semua masjid otomatis masuk dalam program tersebut. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, di antaranya tersedianya tempat istirahat yang layak, fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), tempat wudu yang memadai sesuai jumlah tamu, serta komitmen pengurus masjid untuk bersinergi dalam menerima dan melayani para muktamirin maupun muhibbin.

Pelayanan yang disiapkan juga dibuat sederhana, namun diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi para tamu. Masjid menyediakan air mineral, kopi, teh dan kebutuhan lainnya sebagai bentuk penyambutan.

DMI dan LTMNU Jombang turut memberikan dukungan berupa backdrop, banner, bendera Nahdlatul Ulama, serta sejumlah kebutuhan logistik seperti kopi, teh dan gula.

“Memang tidak semua masjid kami support karena ada yang sudah mampu mandiri. Tetapi untuk masjid yang masih membutuhkan, kami bantu,” katanya.

Distribusi perlengkapan dilakukan secara bertahap. Pemasangan bendera dan perangkat informasi mulai dilakukan, sedangkan kebutuhan kopi, teh dan gula akan didistribusikan mulai Senin.

Dari 99 masjid tersebut, sekitar 25 hingga 30 masjid dipersiapkan untuk menjadi tempat menginap bagi para muhibbin maupun muktamirin yang membutuhkan tempat bermalam selama berada di Jombang.

Kapasitas masing-masing masjid juga berbeda. Ada masjid yang mampu menampung sekitar 100 orang, sementara masjid dengan fasilitas lebih besar dapat menampung hingga sekitar 300 jemaah.
“Kapasitasnya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing masjid. Ada yang untuk 100 orang, ada juga yang bisa sampai 300 jemaah,” ungkapnya.

Dukungan lebih besar diberikan kepada masjid-masjid yang berada di kawasan sekitar pusat kegiatan Muktamar NU ke-35, terutama masjid yang berada dalam radius sekitar satu hingga dua kilometer dari lokasi utama kegiatan. Program 99 Masjid Ramah Muktamirin, Ramah Muhibbin diharapkan menjadi bentuk nyata keramahan masyarakat Jombang sebagai tuan rumah Muktamar NU ke-35.

Bagi Jombang, menjadi tuan rumah bukan hanya tentang menyediakan lokasi kegiatan, tetapi juga bagaimana memberikan sambutan dan pelayanan terbaik kepada para tamu yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.
“Kami ingin para muktamirin dan muhibbin yang datang ke Jombang tidak hanya mengikuti muktamar, tetapi juga merasakan keramahan dan kebahagiaan masyarakat Jombang,” pungkasnya. (din)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry