TRENGGALEK | duta.co — Meraup untung dari hari-hari biasanya. Itulah yang sedang dirasakan oleh pemilik toko buku di Trenggalek. Pasalnya, kurang dari seminggu lagi libur sekolah telah usai. Sudah saatnya anak-anak kembali ke sekolah. Menerima berbagai materi pelajaran siap di ajarkan oleh para guru.

Menjelang masuknya tahun ajaran baru 2018/2019, para pedagang dan pengusaha, serta percetakan buku meraup untung yang sangat signifikan.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu pemilik toko di Jalan Panglima Sudirman Trenggalek, Yayuk, (40),  bahwa hasil penjualan dari hari-hari biasanya sangat signifikan, bahkan melonjak derastis.

“Kebanyakan saat ini yang dibeli buku pelajaran sekolah, mulai dari TK, SD, SMP, dan SMA, yang terdiri dari buku tulis, dan alat-alat tulis,” katanya, Jum’at, (13/7/2018).

Harga buku yang dijual juga bervariasi, tergantung kualitasnya. Harga yang dijual pun juga ikut bersaing.

Pemilik toko yang sudah membuka usaha selama hampir tujuh tahun ini mengatakan bahwa, toko yang biasanya ramai dengan buku bacaan dan aksesoris, kini yang membuatnya meraup untung adalah buku tulis dan alat-alat tulis.

“Mereka 90 persen membeli alat keperluan sekolah,” terangnya.

Dari hasil penjualan tersebut bisa meraup untung 50 persen dari hari bisanya. Hal tersebut dipengaruhi oleh keadaan yang mana para konsumen lebih memilih membeli dengan jumlah paket, daripada bijian yang dijual di toko-toko kecil.

“Untuk tahun ini peningkatannya cukup signifikan. Pembeli sekarang lebih cerdas dalam hal pembelian alat tulis. Mereka lebih memilih per pack daripada buku bijian yang dijual di toko-toko kecil,” ujar Yayuk.

Tak hanya itu saja, selain buku dan alat tulis, yang paling diburu adalah seragam sekolah, khususnya untuk SD yang sudah siap pakai. Mengingat, kalau orang tua membeli bahan mentah, akan sangat mahal bila dijahitkan di tukang jahit. Untuk itu para orang tua memilih untuk membeli seragam jadi. (ta/ham)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.