DERBY JATIM: Kiper Madura FC Usman Pribadi terlihat hendak bentrok fisik dengan Wahyudi, pelatih kiper Persik (Nanang Priyo/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Puluhan orang mengatasnamakan Persikmania atas seijin pihak keamanan Viva Hotel, yang berada di Jl. Letjend Suparman No. 86 Tosaren Kecamatan Pesantren. Pada Jumat dini hari menggelar pesta kembang api di tepi jalan di dekat bis tim tamu M 7097 V. Aksi ini, justru menjadi tontonan tersendiri bagi warga tinggal di sekitar hotel.

Tentunya masih melekat dalam ingatan ratusan Persikmania menjadi saksi, saat Persik away di Stadion Ahmad Yani Kabupaten Sumenep. Baku hantam dan keluarnya tiga kartu merah, hingga berimbas Coach Budiardjo Thalib dilarang mendampingi timnya selama 4 pertandingan.

Kali ini giliran Persik akan menjamu Laskar Joko Tole di Stadion Brawijaya pada laga hidup mati bagi tim tamu. Namun aksi anarkis dan provokasi dilakukan kiper Madura FC, Usman Pribadi saat itu, menjadikan sejumlah Persikmania mengaku tidak terima dan ditunjukkan aksi positif.

“Memang, tadi dini hari ada anak-anak suporter yang menyalakan puluhan kembang api di depan hotel. Namun itupun telah ijin kepada pihak keamanan hotel. Demi menjaga keamanan, sebenarnya pihak hotel telah berusaha menghubungi Polsek Pesantren namun belum bisa tersambung lewat telepon,” jelas Widodo Hunter, Ketua Panpel Persik.

Sambutan Positif Persikmania

DERBY JATIM : Anggota Polsek Pesantren mendatangi Hotel Viva (istimewa/duta.co)

Diterangkan Widodo, sebenarnya para suporter masih menyimpan dendam atas aksi Usman. Sebenarnya pernah membela Persik di era tahun 2014 saat bermain di Liga ISL. “Namun bentuk protes tersebut diwujudkan dalam bentuk positif, karena bila ini nanti Persik menang, maka dipastikan lolos masuk 8 besar Liga II,” terangnya.

Laga sangat panas memang tersaji pada pekan ke-9 lalu, dimana wasit Choirudin dari Yogyakarta memberikan hadiah kartu merah Moh. Edo Febriansyah dan Brilian Sanjaya. Namun yang menjadikan protes official Persik, bahwa jelas-jelas dalam laga disiarkan langsung tv swasta ini, Brilian lebih dulu dipukul Usman dari belakang hingga terjengkang ke tanah.

“Terkait kartu merah untuk Edo dan Usman kiper Madura FC, saya menilai keputusan wasit benar. Tapi, kartu merah bagi Brilian yang tak adil. Dia jadi korban pemukulan dan tidak ada aksi balasan, tapi juga dikartu merah,” ungkap Beny Kurniawan, Manager Persik saat itu pasca pertandingan.

“Makanya dalam laga besok (hari ini, red), saya berharap wasit yang memimpin pertandingan diberi Hidayah oleh Alloh Swt, semoga tetap diberi amanah. Agar pertandingan berlangsung fair play dan yang jelas Persik butuh kemenangan,” ucapnya saat technical meeting di ruang KONI Kota Kediri, kemarin. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry